Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Teledentistry Jadi Andalan di Tengah Pandemi

Anjuran untuk pergi ke dokter gigi secara rutin guna mengecek kesehatan gigi dan mulut memang mengalami hambatan akibat pandemi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 16 November 2020  |  21:39 WIB
Ilustrasi - razoritehealth.com
Ilustrasi - razoritehealth.com

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk memutus penularan virus corona, sebagian masyarakat enggan berobat ke dokter gigi dan rela menahankan rasa sakit selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

Namun, apa jadinya, bila sakit gigi berulang-ulang datang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Gabriella (25) seorang karyawan swasta di Jakarta Barat pun berbagi cerita, dia kesulitan mencari layanan kesehatan gigi dan mulut. Hal itu dialami Gabriella sekitar April 2020 sampai Juni 2020.

Selain perubahan jadwal layanan di rumah sakit dan klinik, pada masa awal pandemi, Gabriella mengakui pemberitaan yang intens di media massa soal kenaikan angka pandemi membuat Gabriella enggan untuk pergi ke rumah sakit.

Setiap kali dia menelpon ke rumah sakit, dia pun harus menerima kenyataan adanya pembatasan jumlah pasien.

Berbagai kendala yang dialami Gabriella spontan membuat perempuan yang sehari-hari bekerja wirausaha ini semakin enggan untuk berkonsultasi ke dokter gigi, meskipun kondisi sakit gigi belum sepenuhnya berkurang.

Anjuran untuk pergi ke dokter gigi secara rutin guna mengecek kesehatan gigi dan mulut memang mengalami hambatan akibat pandemi.

Tak heran jika menurut data yang ditemukan oleh World Health Organization (WHO), sepanjang Mei hingga Juli 2020 dari 103 negara mencatat 75 persen responden mengakui layanan kesehatan gigi dan mulut mengalami. Bahkan, sebuah artikel jurnal kesehatan juga menyebutkan hanya 38 persen saja pasien yang mengunjungi klinik dokter gigi di masa pandemi. Angka ini mengalami penurunan 5% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ketua PB Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg. RM. Sri Hananto Seno Sp.BM(K)., MM mengatakan dokter gigi yang akrab berinteraksi dengan organ mulut dan sekitarnya memang sangat rentan tertular Covid-19.

Sampai 22 September 2020 saja, ada sekitar 115 orang dokter gigi yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia. Tak heran jika selama pandemi, para dokter gigi sangat berhati-hati melakukan praktik.

Adapun kondisi tersebut membuat PDGI memutuskan agar para dokter gigi tetap melakukan perawatan darurat pada masalah gigi serius. Berkaca dari kondisi sulit ini, para dokter gigi pun menggiatkan konsultasi secara online, yakni teledentistry yang sudah dirilis sejak April 2020 lalu.

Menurut British Dental Journal pada Agustus 2020, teledentistry memang terbukti efektif untuk menjawab tantangan masalah kesehatan gigi dan mulut selama pandemi.

Dalam jurnal tersebut dinyatakan, ada 97 persen responden survei sistem teledentistry mengaku puas dengan layanan daring ini. Survei yang sama menyebut ada 100% yang mengaku teledentistry membuat biaya pengobatan lebih hemat. Bahkan, 96% responden mengaku siap untuk memanfaatkan lagi layanan teledentistry.

Salah satu inovasi teledentistry yang telah diluncurkan adalah dari Pepsodent, salah satu brand pasta gigi yang mendorong peningkatan kesehatan gigi dan mulut.

Seno menilai langkah deteksi dan diagnosa kesehatan gigi dan mulut melalui teledentistry sekilas mungkin terkesan sulit, padahal pada sisi lain, teknologi ini justru memperluas jangkauan konsultasi pasien hingga berskala nasional.

“Teledentistry ini jangan dikira hanya untuk deteksi dini, tetapi bisa dilengkapi dengan laporan melalui foto dan video call yang nantinya sangat membantu dokter mendiagnosa, mengobati, bahkan memproses tindakan terapi dari rumah,” ujar Seno, Kamis (12/11/2020).

Apabila kondisi pasien semakin bertambah parah, contohnya sakit gigi terasa sampai ke tulang akibat infeksi, maka untuk diagnosa lebih akurat pasien harus mau pergi ke klinik dan rumah sakit untuk mendapat tindakan medis.

Seorang ibu muda sekaligus sosok selebritas, Tasya Kamila, juga merasakan bagaimana pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dan bagaimana layanan konsultasi online atau teledentistry membantunya selama pandemi dalam mengatasi masalah gigi dalam keluarganya. 

Dia bercerita, saat Arrasya berusia 1 tahun, dia sudah ingin konsultasi dengan dokter gigi untuk memastikan perkembangan gigi si anak berjalan normal. Sayangnya, kondisi pandemi membuat konsultasi dengan dokter gigi menjadi sulit dilakukan.

"Adanya konsultasi  online dengan dokter gigi melalui WhatsApp sangat membantu aku untuk berkonsultasi dengan dokter gigi yang responsif dan informatif, sehingga aku bisa bertanya banyak hal tentang kesehatan ataupun masalah gigi dengan aman dan nyaman,” ungkap Tasya Kamila.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dokter gigi Sakit Gigi pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top