Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berapa Persen Efektivitas dari Vaksin Covid-19 Oxford dan AstraZeneca?

Pengumuman tersebut menyusul hasil awal yang menjanjikan dari vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech, dan Moderna, yang keduanya tampaknya memiliki tingkat kemanjuran 95 persen yang sedikit lebih tinggi.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 23 November 2020  |  18:11 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford Inggris dan AstraZeneca memiliki rata-rata efektivitas 70,4 persen.

Melansir The Verge pada Senin (23/11/2020), hasil uji coba dari vaksin tersebut pada dasarnya bervariasi tergantung pada jumlah dosis yang diberikan. Ketika dua dosis penuh diberikan dalam satu bulan, keefektifannya mencapai 62 persen, tetapi ini meningkat menjadi 90 persen ketika vaksin diberikan pertama kali sebagai dosis setengah, dan kemudian sebagai dosis penuh.

Dengan demikian, rata-rata kemanjuran dari vaksin tersebut mencapai 70,4 persen.

Pengumuman tersebut menyusul hasil awal yang menjanjikan dari vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech, dan Moderna, yang keduanya tampaknya memiliki tingkat kemanjuran 95 persen yang sedikit lebih tinggi.

Namun, vaksin Oxford dan AstraZeneca memiliki keuntungan lebih murah dan mudah disimpan, karena dapat diangkut dan ditangani pada suhu lemari es normal. Vaksin Pfizer perlu disimpan pada -70 derajat Celcius. Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Association/FDA) sebelumnya mengatakan bahwa vaksin akan dibutuhkan setidaknya 50 persen efektif untuk mendapatkan persetujuannya.

Uji coba vaksin Oxford melibatkan lebih dari 23.000 peserta di Inggris dan Brasil. Dari peserta yang menerima vaksin, 30 mengembangkan COVID-19, dibandingkan dengan 101 peserta yang menerima plasebo.

AstraZeneca menyatakan bahwa tidak ada kasus Covid-19 yang parah di antara peserta yang menerima vaksin.

"Kami sangat senang dengan hasil ini," kata ketua penyelidik sidang, Profesor Andrew Pollard.

Dia menambahkan bahwa tingkat efektivitas yang lebih tinggi untuk setengah dosis awal berpotensi berarti bahwa akan ada lebih banyak dosis untuk didistribusikan.

Dengan rampungnya uji coba putaran terakhir ini, tim sedang mempersiapkan untuk menyerahkan vaksin untuk persetujuan regulator. Jika disetujui, AstraZeneca berharap dapat memproduksi tiga miliar dosis vaksin untuk didistribusikan ke seluruh dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top