Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin AstraZeneca Efektif, Ini Penjelasan Tim Peneliti Oxford Indra Rudiansyah

Indra Rudiansyah, peneliti asal Indonesia yang ikut bergabung dengan tim pembuatan vaksin Corona di Oxford sejak Mei 2020 memaparkan soal hasil uji klinis tersebut di akun instagramnya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 November 2020  |  12:03 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Vaksin covid-19 buatan universitas Oxford dan AstraZeneca disebutkan mengalami keefektifan hingga 90 persen dengan dua dosis suntikan yang diberikan pada sukarelawan.

Indra Rudiansyah, peneliti asal Indonesia yang ikut bergabung dengan tim pembuatan vaksin Corona di Oxford sejak Mei 2020 memaparkan soal hasil uji klinis tersebut di akun instagramnya.

Menurutnya, terdapat dua regiment vaksin yang dilaporkan kemarin. Hasil keseluruhan, menurutnta efektif lebih dari 70 persen.

Namun, dengan regiment terbaik yakni setengah dosis di pemberian pertama, dan full dosis dipemberian kedua, efektifitasnya lebih dari 90 persen.

"Regiment yang satunya full dosis untuk pemberian pertama dan kedua," tulisnya.

Dengan menggunakan regiment terbaik, katanya, maka memungkinkan untuk memvaksinasi orang lebih banyak.

Dia memaparkan, vaksin ini bisa disimpan di suhu 2-8 derajat celcius, dan distribusi vaksin bisa menggunakan infrastruktur yang sudah ada, misalnya untuk vaksin polio. Sehingga sistemcoldchain bisa tetap terjaga. 

Tapi, lanjutnya, hal terpenting dari vaksin ini, bahwa saat ini vaksinnya belum siap edar. Vaksi masih harus diproduksi, dan proses registrasi untuk emergency use listing (EUL) yang juga memerlukan waktu.

"Jadi, tetap mengikuti standar keamanan yang ada," tambahnya.

Uji coba vaksin Oxford melibatkan lebih dari 23.000 peserta di Inggris dan Brasil. Dari peserta yang menerima vaksin, 30 mengembangkan COVID-19, dibandingkan dengan 101 peserta yang menerima plasebo.

AstraZeneca menyatakan bahwa tidak ada kasus Covid-19 yang parah di antara peserta yang menerima vaksin.

"Kami sangat senang dengan hasil ini," kata ketua penyelidik sidang, Profesor Andrew Pollard.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

oxford Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top