Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dukung Pengembangan Vaksin Global, RI Kontribusi Rp14 Miliar

Indonesia dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) berkomitmen dalam pembuatan vaksin, termasuk vaksin untuk Covid-19.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 25 November 2020  |  12:31 WIB
(Dari kiri ke kanan) Dr. Oscar Primadi, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Indonesia, Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia, Erick Thohir, Menteri BUMN Indonesia, dan Se Whan Chon, President Director PT AstraZeneca Indonesia, di acara penandatanganan Kerjasama Vaksin COVID/19 antara Kemenkes Indonesia dan AstraZeneca. Istimewa
(Dari kiri ke kanan) Dr. Oscar Primadi, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Indonesia, Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia, Erick Thohir, Menteri BUMN Indonesia, dan Se Whan Chon, President Director PT AstraZeneca Indonesia, di acara penandatanganan Kerjasama Vaksin COVID/19 antara Kemenkes Indonesia dan AstraZeneca. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) mengumumkan komitmen RI untuk memberikan kontribusi senilai US$ 1 juta (sekitar Rp14 miliar), guna mendukung upaya CEPI dalam pengembangan vaksin untuk berbagai penyakit menular berpotensi pandemi.

Komitmen ini disampaikan secara resmi melalui penandantanganan bersama secara virtual, oleh Sekjen Kemlu RI, Cecep Herawan di Jakarta, dan CEO CEPI, Dr. Richard Hatchett, di London, disaksikan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi pada Selasa (24/11/2020).

Dalam sambutannya, Menlu Retno menekankan bahwa kerja sama Indonesia dengan CEPI memiliki tujuan strategis jangka panjang. Menlu RI menyampaikan ada alasan utama pentingnya kolobarasi Indonesia dan CEPI.

Pertama, kolaborasi ini memungkinkan Indonesia untuk memberikan kontribusi nyata terhadap upaya multilateral dalam mengembangkan vaksin penyakit menular.

"Indonesia selalu mendorong akses vaksin COVID-19 yang adil bagi semua kalangan. Semua negara berhak mendapatkan akses yang adil, terjangkau, dan merata," papar Retno, dikutip dari keterangan resminya.

Kedua, kerja sama dengan CEPI akan memperkuat industri kesehatan dan mendorong peningkatan ketahanan kesehatan nasional dan kemampuannya dalam merespon pandemi di masa datang.

Melalui mekanisme CEPI, industri kesehatan Indonesia akan memperoleh akses atas informasi dan pengetahuan terbaru terkait penelitian dan pengembangan vaksin, sehingga dapat mendukung kapasitas penelitian, platform teknologi dan produksi vaksin nasional.

Kerja sama ini juga memberi kesempatan kepada industri farmasi Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam jejaring vaksin global.

Dalam kaitan ini, CEPI telah memilih Bio Farma menjadi salah satu partner manufacturer vaksin COVID-19 setelah adanya hasil positif atas due diligence yang dilakukan CEPI kepada Bio Farma.

Di sisi lain, dalam sambutannya CEO CEPI, Dr. Richard Hatchett, menyampaikan bahwa vaksin adalah salah satu instrumen terpenting dalam memerangi penyakit di masa kini dan yang akan datang, sebagaimana dialami dalam pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini.

Lebih lanjut disampaikan bahwa CEPI menyambut baik kontribusi Indonesia. Dengan pengetahuan dan pengalaman Indonesia dalam pengembangan dan manufaktur vaksin selama ini, kedua pihak dapat bekerja sama.

"Tujunnya untuk berdama mengembangkan vaksin yang aman, efektif dan dapat diakses secara global, sekaligus menyiapkan diri untuk merespon ancaman pandemi lainnya di masa datang," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Vaksin Covid-19
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top