Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sebulan, Kasus Bunuh Diri Lebih Banyak Daripada Kematian Covid-19 di Jepang

Pandemi telah memperburuk masalah kesehatan mental dan keuangan masyarakat di Jepang karena isolasi berkepanjangan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 30 November 2020  |  16:09 WIB
Petugas kesehatan menyemprotkan cairan disinfektan kepada WNI ABK Diamond Princess dan barang bawaan saat turun dari kapal di Yokohama, Jepang, Minggu (2/3/3030). Pemerintah mengevakuasi 69 WNI ABK Diamond Princess yang dinyatakan negatif COVID-19 untuk dipulangkan ke tanah air dan diosevasi di pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. ANTARA FOTO/HO - KBRI Tokyo
Petugas kesehatan menyemprotkan cairan disinfektan kepada WNI ABK Diamond Princess dan barang bawaan saat turun dari kapal di Yokohama, Jepang, Minggu (2/3/3030). Pemerintah mengevakuasi 69 WNI ABK Diamond Princess yang dinyatakan negatif COVID-19 untuk dipulangkan ke tanah air dan diosevasi di pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. ANTARA FOTO/HO - KBRI Tokyo

Bisnis.com, JAKARTA – Jepang sedang berjuang dengan krisis kesehatan mental ketika pandemi virus corona baru merajalela. Negara tersebut melaporkan ada lebih banyak orang meninggal karena bunuh diri daripada karena Covid-19 sepanjang tahunnya.

Dilansir dari Fox News, Senin (30/11/2020) The National Policy Agency mengatakan jumlah bunuh diri melonjak menjadi 2.153 pada bulan Oktober lalu, dengan lebih dari 17.000 orang bunuh diri sepanjang tahun ini. Sebagai perbandingan, sekitar 2.000 orang di negara itu yang meninggal karena Covid-19 dari awal wabah berlangsung hingga saat ini.

Para ahli mengatakan pandemi telah memperburuk masalah kesehatan mental karena penguncian yang berkepanjangan, isolasi dari anggota keluarga, pengangguran, dan masalah keuangan lainnya serta kurangnya struktur pendidikan di tengah kondisi pandemi.

Katsunobu Kato, kepala juru bicara pemerintah Jepang mengatakan bahwa mereka perlu menghadapi kenyataan ini secara serius. Pihaknya juga mengumumkan prakarsa baru untuk membantu masyarakat melalui saluran telepon khusus bunuh diri dan jangkauan media sosial.

Secara historis negara tersebut memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi, kendati jumlahnya mulai menurun dalam beberapa waktu terakhir. Sayangnya, pandemi Covid-19 telah meningkatkan secara signifikan kasus kematian akibat bunuh diri.

DIlaporkan bahwa otoritas berwenang Jepang telah meningkatkan dana pencegahan bunuh diri untuk mengatasi masalah kesehatan mental warganya. Mereka menambahkan US$10 juta ke dalam anggaran yang kini total sebesar US$24 juta.

Adapun, data Worldometer menunjukkan Jepang memiliki jumlah orang positif Covid-19 sebanyak 144.000 kasus dengan angka kematian sebanyak 2.106 kasus. Negara tersebut memang dinilai berhasil dalam menghadapi pandemi virus corona, tetapi masalah kesehatan mental masih menjadi kekhawatiran banyak kalangan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang bunuh diri Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top