Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inovasi Teknologi Kesehatan Kurangi Ketergantungan Produk Impor

Pandemi Covid-19 menjadi titik tolak bagi inovator Indonesia untuk membangun industri alat kesehatan dan obat yang selama ini masih banyak bergantung pada impor.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  02:15 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 memberikan tantangan yang begitu nyata dalam sektor kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan inovasi teknologi yang mampu menunjang kualitas pelayanan kesehatan.

Ketua Umum Indonesia Healthcare Forum IndoHCF Supriyantoro mengatakan, pesatnya perkembangan inovasi di bidang kesehatan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk kesehatan asing, mulai dari peralatan di rumah sakit hingga obat-obatan yang dikonsumsi masyarakat.

“Dengan demikian layanan kesehatan masyarakat pun dapat diperoleh dengan mudah dan murah serta penanganan pasien lebih berkualitas,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Bisnis, Senin (30/11/2020).

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, pandemi Covid-19 dapat menjadi titik tolak bagi inovator-inovator Indonesia untuk membangun industri alat kesehatan dan obat yang selama ini masih banyak bergantung pada impor.

“Saya berharap kolaborasi kegiatan riset dan inovasi yang telah dan akan dilakukan dapat membuat masyarakat kembali optimis dan positif bahwa Indonesia dapat segera melewati masa pandemi ini,” terangnya.

Guna mendukung pengembangan riset dan inovasi di bidang kesehatan, IndoHCF menggelar Indonesia Healthcare Innovation Awards IV-2020 (IHIA IV-2020) yang memberikan penghargaan dalam lima kategori inovasi.

Yaitu Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Alat Kesehatan, dan Informasi fan Teknologi Bidang Kesehatan.

“Ajang IHIA-IV 2020 dan rangkaian ilmiahnya merupakan kontribusi kami untuk mendukung pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19. Kami yakin dengan kolaborasi dan sinergi bersama bisa menjadi kekuatan untuk pembangunan kesehatan khususnya di era pandemi covid-19 saat ini,” tutur Supriyantoro.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berharap melalui ajang IHIA IV 2020 ini dapat terjalin kolaborasi yang sinergis antara peneliti dan akademisi dengan industri serta pemerintah.

Dengan demikian dapat terwujud pengembangan industri alkes dalam negeri berbasis riset serta hilirisasi hasil penelitian dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan produk kesehatan dalam negeri yang berdaya saing untuk tercapainya kemandirian alat kesehatan.

“Semoga penghargaan yang diberikan semakin menguatkan tekad kita untuk berinovasi menuju kemandirian sebagai bangsa yang penuh inovasi,” ujarnya.

Adapun untuk pemenang Kategori Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Platinum Award adalah Emergency Button Solution In My Hand, RSUD Dr Iskak Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur.

Sedangkan kategori Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), peraih Platinum Award adalah Kampung Germas Boyolali, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Pemenang pada kategori Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yaitu peraih Platinum Award adalah Jak 5 Induksi dari Satpel Dukcapil Kel Kali Anyar Puskesmas Kel Kali Anyar Kota Administrasi Jakarta Barat, Provinsi Dki Jakarta.

Sementara itu, di kategori Alat Kesehatan pemenang Platinum Awards adalah Miracle, Inovasi Terapi Stroke Robotik Berbasis Eeg Real-Time dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) Kota Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Dan pemenang kategori Information And Communication Technology (ICT) Bidang Kesehatan yakni peraih Platinum Award adalah Lawan Covid-19 Harus Strong oleh Dr Mochamad Abdul Hakam, Sp.Pd Dinas Kesehatan - Kota Semarang, Jawa Tengah.

Selain pemenang per kategori ada juga pemenang Inovasi Favorit yang dipilih melalui media social pemenangnya adalah Inovasi ICT - e-KASIH (Komunikasi Ayah Siaga dan Ibu Hamil) – RSUD JAGAKARSA.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor alat kesehatan menkes
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top