Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Cara Mencegah Kebutaan Karena Diabetes

Untuk mencegah kebutaan, setiap penderita diabetes perlu segera berkonsultasi ke dokter mata, tergantung dengan tipe penyakitnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Desember 2020  |  17:53 WIB
Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa
Ilustrasi Diabetes Melitus - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Gangguan penglihatan hingga menyebabkan kebutaan bisa dicegah bagi penderita diabetes.

Kebutaan akibat diabetes disebut retinopati diabetik. Ini bisa dicegah melalui skrining mata. Bila Anda memiliki penyakit diabetes maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis.

"Ada 10 juta penderita diabetes di Indonesia. Salah satu komplikasi yang ditakutkan adalah kebutaan, yang umumnya tidak bisa pulih,” Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), dr. Muhammad Sidik, dalam online media briefing PERDAMI dan Novartis, Jumat (11/12/2020).

Dia mengungkapkan bahwa kebutaan akibat diabetes bisa dicegah, bila dideteksi secara dini. Setiap penderita diabetes perlu segera berkonsultasi ke dokter mata, tergantung dengan tipe penyakitnya.

Dokter spesialis dari PERDAMI, Arief S Kartasasmita menuturkan pada pasien diabetes tipe-1, tes pertama bisa dilakukan 3-5 tahun setelah terdiagnosis dan kembali menjalani tes setiap tahun. Sementara pada penyandang diabetes tipe-2 disarankan segera melakukan tes setelah terdiagnosis dan kembali melakukannya setiap tahun.

Laman Mayo Clinic mencatat, bahkan pasien tetap perlu menjadwalkan pemeriksaan mata tahunan bahkan jika tampaknya penglihatan baik-baik saja.

Kondisi kehamilan dapat memperburuk retinopati diabetik, sehingga pemeriksaan mata pasien sebaiknya dilakukan pada trimester pertama dan kembali melakukannya 1-3 bulan sekali.

Dalam kesempatan itu, dokter spesialis mata dari PERDAMI, Yeni D Lestari menargetkan skrining bisa dilakukan di layanan primer yakni puskesmas untuk mendeteksi dini kasus retinopati diabetik sehingga bisa dilakukan intervensi. Kemudian, jika pasien sudah ada indikasi retinopati diabetik, maka dia bisa dirujuk ke fasilitas kesehatan sekunder dan tersier.

Arief mengatakan, pemeriksaan bisa dilakukan menggunakan opthalmoskop oleh dokter umum sebagai langkah deteksi pada fase awal.

Selain pemeriksaan mata, pencegahan retinopati diabetik juga bisa melalui pola makan sehat dan beraktivitas rutin minimal 150 menit berjalan setiap minggu, memeriksa kadar gula darah beberapa kali dalam sehari dan memastikan kadar gula darahnya terkontrol.

Semakin lama pasien menyandang diabetes, semakin besar peluangnya terkena retinopati diabetik. Namun, jika dia menjaga kadar gula darahnya terkontrol, maka risiko terkena retinopati diabetik semakin rendah.

"Penyebab (retinopati diabetik) dari sisi durasi diabetes biasanya di atas 10 tahun tergantung tipe, kontrol gula darah yang buruk, kolesterol, hipertensi dan (pasien diabetes) tidak mau berobat," tutur Arief.

Jika sudah terlanjur terjadi retinopati diabetes, pasien bisa menjalani terapi antara lain laser, obat anti-VEGF untuk menyembuhkan gejala hingga pembedahan untuk mencegah kebutaan.

Perjalanan penyakit dan gejala

Pada penyandang diabetes, kadar gula darah yang berlebihan seiring waktu dapat menyumbat pembuluh darah kecil yang menuju retina, sehingga menghentikan suplai darah ke salah satu bagian mata yang penting itu.

Akibatnya, mata mencoba menumbuhkan pembuluh darah baru. Tapi pembuluh darah baru ini tidak berkembang dengan baik dan mudah bocor. Serat saraf di retina mungkin mulai membengkak hingga terjadi kerusakan saraf yang menyebabkan glaukoma.

Dari sisi gejala, Arief menuturkan, pada tahap awal biasanya pasien tidak merasakan apa-apa. Namun seiring berkembangnya penyakit, pasien bisa merasa seperti ada bintik-bintik gelap dalam pandangan, penglihatan kabur, sulit melihat warna, ada area gelap atau kosong dalam penglihatan hingga kehilangan penglihatan pada kedua mata.

"Retinopati diabetik kalau tidak diobati bisa sebabkan kebutaan permanen," kata Arief.

Laman WebMD mencatat, penyandang diabetes tipe-1 jarang mengembangkan kondisi ini sebelum pubertas. Sementara pada orang dewasa, retinopati diabetik dialami mereka yang terkena diabetes tipe-1 setidaknya selama 5 tahun.

Khusus mereka yang terkena diabetes tipe-2, biasanya mengalami tanda-tanda masalah mata mereka saat terdiagnosis diabetes.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

diabetes buta Penyakit Diabetes

Sumber : Antara

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top