Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Kembangkan Metode Deteksi Varian Baru Virus Corona

Jepang menangguhkan pengecualian bersyarat atas karantina 14 hari yang diterapkan bagi warga Jepang dan warga asing.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  08:25 WIB
Sejumlah nasabah tampak melakukan transaksi perbankan di kantor BNI Cabang Tokyo.  - Dokumen BNI
Sejumlah nasabah tampak melakukan transaksi perbankan di kantor BNI Cabang Tokyo. - Dokumen BNI

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti di Jepang mengembangkan metode yang memungkinkan deteksi cepat varian virus corona yang menyebar pesat di Inggris dan Afrika Selatan.

Saat ini dibutuhkan peralatan khusus untuk membaca kode genetika virus tersebut. Proses ini menghabiskan waktu lebih dari setengah hari.

Melansir NHK pada Jumat (8/1/2020), para ilmuwan di Institut Nasional Penyakit Menular mengembangkan metode yang lebih cepat menggunakan teknologi tes PCR yang akan memungkinkan mereka mengonfirmasi mutasi N501Y.

Mereka mengungkapkan bahwa proses ini hanya akan membutuhkan waktu beberapa jam dan memungkinkan untuk memeriksa sampel dalam jumlah besar menggunakan peralatan tes PCR yang ada saat ini. Varian baru ini dikatakan sangat menular, para pejabat kementerian tengah berupaya mengidentifikasi jalur penularannya.

Sebagai upaya pencegahan penularan, Pemerintah Jepang menangguhkan penerimaan orang asing nonpenduduk ke Jepang guna mencegah penularan varian baru virus corona.

Kebijakan ini mulai diterapkan pada Senin (28/12/2020) hingga 31 Januari 2021. Pembatasan serupa sebelumnya telah diberlakukan bagi para pengunjung dari Inggris dan Afrika Selatan.

Pemerintah juga menangguhkan pengecualian bersyarat atas karantina 14 hari yang diterapkan bagi warga Jepang dan warga asing dengan status penduduk yang kembali masuk ke Jepang setelah perjalanan bisnis ke luar negeri dalam waktu singkat.

Seluruh orang yang kembali masuk ke Jepang dari beberapa negara yang terkonfirmasi ada varian virus corona harus menyerahkan surat keterangan hasil tes negatif. Pelaku perjalanan semacam itu harus menjalani tes dalam kurun waktu 72 jam sebelum keberangkatan dan tes lainnya saat tiba di Jepang.

Pemerintah menyatakan akan tetap mengizinkan orang-orang yang bepergian untuk keperluan bisnis ke dan dari 10 negara serta satu kawasan yang telah ditunjuk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top