Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Cara Mendidik Anak dari Chef Internasional

Chef Gordon Ramsay bersikap tegas kepada anak-anaknya untuk tetap disiplin dalan rutinitas dan mengelola keuangan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 09 Januari 2021  |  21:08 WIB
Gordon Ramsay (kanan) bersama anak dan istrinya. - Wales Online
Gordon Ramsay (kanan) bersama anak dan istrinya. - Wales Online

Bisnis.com, JAKARTA – Selebriti chef Gordon Ramsay punya aturan ketat ketika beraktivitas di dapurnya, tetapi aturan itu tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang harus dihadapi anak-anaknya.

Ramsay dan istrinya Tana adalah orang tua dari lima orang anak. Mereka adalah Megan (23 tahun), kembar Jack dan Holly (19 tahun), Matilda (17 tahun), dan Oscar yang lahir pada 2019. Diketahui bahwa koki kenamaan itu memiliki pola asuh yang ketat terhadap anak-anaknya.

Misalnya hanya memberikan kursi ekonomi di penerbangan hingga tidak berniat mewarisi uang kepada anak-anak. Dilansir dari Mirror UK, Sabtu (9/1/2021) berikut ini adalah sejumlah aturan ketat yang diberlakukan chef Gordon Ramsay.

1. Menolak memberikan pekerjaan

Tidak ada manfaat lebih menjadi putra dari seorang pemilik restoran terkenal, karena Ramsay telah menyuruh anak-anaknya untuk mencari pekerjaan sendiri. Banyak orang merasa koki itu terlalu keras, karena dia mengungkapkan secara tegas melarang anak-anaknya untuk meminta pekerjaan kepadanya.

Dalam sebuah wawancara dengan radio Amerika Serikat, dia mengakui bahwa dia akan adil dan tidak akan memberikan semua yang dimilikinya untuk membawa anak mereka ke puncak kariernya. Dia juga sadar mendapatkan banyak kritik karena hal ini.

“Ini seperti tidak mempekerjakan anak-anak. Saya tidak ingin staf berpikir bahwa mereka adalah anak  Gordon Ramsay,” katanya.

2. Tidak ada warisan

Dalam sebuah pernyataannya yang paling kontroversial, Ramsay mengatakan bahwa anak-anaknya tidak akan mendapatkan apa pun dalam surat wasiatnya. Saat dia meninggal, dia menyatakan tidak akan menyerahkan kekayaannya yang melimpah kepada anak-anaknya.

Dalam sebuah wawancara dengan Telegraph, Ramsay memastikan tidak ada warisan untuk anak-anak dan itu dilakukan untuk tidak memanjakan mereka. Dia mengatakan satu-satunya hal yang disetujuinya dengan Tana adalah anak-anak akan mendapat deposit 25 persen untuk satu flat.

Sementara itu, Ramsey dikenal sebagai pendukung aman atau filantropis, yang tampaknya harta kekayaan dia akan diberikan sebagai dana amal.

3. Penerbangan ekonomi

Gordon Ramsay diketahui menyukai kemewahan untuk dirinya sendiri, tetapi anak-anak tidak harus mendapatkan hal itu. Koki televisi itu sempat menyebabkan kontroversi pada April 2017 ketika dia memaksa anak-anaknya duduk di kelas ekonomi sementara dia dan Tana menikmati kursi first class.

Dia membenarkan keputusan itu dengan mengatakan anak-anak tidak bekerja cukup keras untuk mampu membeli tiket. Dilaporkan ketika itu dia juga mengatakan kepada pramugari agar anak-anaknya tidak mendekat ke first class dan mengganggu tidurnya.

“Aku bekerja keras untuk duduk sedekat itu dengan pilot dan kamu akan lebih menghargainya ketika kamu bisa mendapatkan itu dengan upaya sendiri,” ujarnya.

4. Larangan vegetarian

Ramsay telah menjelaskan bahwa dia bukan penggemar vegetarian. Salah satu ketakutan terbesarnya adalah salah satu dari anaknya mengumumkan bahwa mereka tidak lagi makan daging, dan itu akan menjadi hukuman yang keras baginya.

“Mimpi buruk terbesar saya adalah jika anak-anak mendatangi saya dan berkata ‘Ayah, saya sekarang seorang vegetarian’. Kemudian saya akan mendudukkan mereka di pagar dan menyetrumnya,” katanya dalam sebuah kesempatan.

Sejak usia dini, dia telah mendidik anak-anaknya tentang dari mana makanan mereka berasal. Dia bahkan sempat menimbulkan kontroversi pada 2005, ketika dia membuat anaknya yang masih kecil mengucapkan selamat tinggal pada kalkun mereka.

5. Tidak ada kata kasar

Gordon Ramsay terkenal karena seringkali menggunakan kata atau kalimat umpatan, tetapi dia melarang keras anaknya melakukan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa anak-anak mengerti apa yang dilakukannya dan tidak meniru apa yang diucapkannya.

“Mengumpat adalah bahasa industri. Selama kita hidup, itu tidak akan berubah. Anda harus bersemangat untuk mendapatkan hasilnya, ini adalah kenyataan,” katanya.

Namun demikian, dia mengatakan bahwa anak-anak tau apa yang diucapkannya adalah sesuatu yang buruk dan tidak dibenarkan. Dia juga mengatakan mereka tahu itu adalah bahasa industri dan anak-anaknya bertutur dengan sangat baik.

6. Uang saku

Ramsay mengaku bahwa dia tidak pernah benar-benar termotivasi oleh uang, jadi dia mencoba menanamkan mentalitas itu pada anak-anaknya. Menjadi kaya bukanlah tujuan utamanya dan dia telah mencoba mencerminkan hal itu dalam membesarkan anak-anak.

Koki yang dibesarkan di sebuah perkebunan di Glasgow mengatakan anak-anak memiliki kehidupan yang sama sekali berbeda dengannya ketika tumbuh dewasa. Dia mengatakan telah bekerja keras untuk keluar dari kekacauan hidupnya dan anak-anak mengatakan bersyukur dengan kondisinya sekarang.

Pada 2017, dia sempat mengungkapkan bahwa anak bungsunya diberi saku sebesar 50 euro seminggu. Anak-anak juga harus membayar uang transportasi, atau ketika ingin membeli barang seperti pakaian dan ponsel dengan uang sendiri.

“Meg sedang kuliah dan memiliki anggaran 100 euro seminggu. Yang lainnya mendapatkan sekitar 50 euro seminggu dan mereka harus membayar telepon dan ongkos bus  mereka sendiri. Semakin awal Anda memberi mereka tanggung jawab untuk menabung guna membeli celana mereka sendiri, itu semakin baik,” katanya.

7. Membersihkan piring makan

Keluarga Ramsay punya cukup uang untuk mempekerjakan segala sesuatu dengan pembantu atau orang lain. Akan tetapi, dia tidak ingin anak-anaknya dimanjakan dengan hal itu, jadi mereka harus membersihkan alat makan sendiri setelah makan malam.

“Mereka membereskannya setiap setelah makan malam. Itu adalah sebuah sistem. Penting bagi mereka untuk membantu, mengatur, dan membersihkan mereka. Mereka juga memasak dan melakukan pekerjaan rumah,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak chef anak-anak parenting
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top