Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strain Columbus, Varian Baru Virus Corona yang Ditemukan di AS

The Ohio State University Wexner Medical Center menyatakan bahwa salah satu variannya yang disebut ‘strain Columbus’ memiliki tiga mutasi gen yang sebelumnya tidak pernah terlihat di virus corona awal.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  13:07 WIB
Sel virus Corona - Istimewa
Sel virus Corona - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Para peneliti mengumumkan bahwa mereka telah menemukan dua varian baru dari virus corona Covid-19 yang ditemukan di Ohio, dan tampaknya berasal dari Amerika Serikat.

The Ohio State University Wexner Medical Center menyatakan bahwa salah satu variannya yang disebut ‘strain Columbus’ memiliki tiga mutasi gen yang sebelumnya tidak pernah terlihat di virus corona awal. Mutasi ini terjadi pada protein lonjakan virus, yang digunakan untuk menempel pada sel.

Strain tersebut dengan cepat menjadi varian virus corona yang dominan di Columbus, Ohio selama periode tiga minggu – akhir Desember 2020 hingga awal Januari 2021. Para peneliti berharap dapat memposting temuan mereka segera di pusat data pra-cetak bioRxiv.

Dan Jones, pemimpin studi dan wakil ketua divisi patologi molekuler Wexner Medical Center mengatakan bahwa strain Columbus baru memiliki tulang punggung genetik yang sama seperti kasus sebelumnya yang telah dipelajari, tetapi ketiga mutasi ini memiliki evolusi yang signifikan.

“Kami tahu pergeseran ini tidak datang dari mutasi virus yang ada di Inggris atau Afrika Selatan,” katanya seperti dikutip Live Science, Kamis (14/1). Para peneliti Ohio secara teratur mengurutkan genom SARS-CoV-2 dari sampel pasien sejak Maret 2020 untuk memantau evolusi virus.

Seperti varian virus corona lain yang ditemukan di seluruh dunia – termasuk varian Inggris – mutasi pada strain Columbus terjadi pada protein lonjakan, yang memungkinkan virus memasuki sel. Ada kemungkinan mutasi ini membuat virus lebih mudah menular.

Namun sejauh ini, tidak ada bukti bahwa mutasi ini akan berdampak pada efektivitas vaksin Covid-19. Petter Mohler, salah satu penulis dan kepala petugas ilmiah di Wexner Medical Center mengatakan penting agar peneliti tidak bereaksi berlebihan terhadap varian baru ini hingga mendapatkan data yang cukup.

Varian kedua yang ditemukan oleh peneliti Ohio memiliki mutasi yang disebut 501Y, yang identik dengan yang terlihat pada varian Inggris. Mutasi ini memengaruhi domain pengikat reseptor atau bagian dari protein lonjakan virus yang menempel pada reseptor ACE2 dalam sel manusia.

Tetapi para peneliti percaya varian Ohio secara independen mengembangkan mutasi itu dari strain yang sudah ada di AS. Itu ditemukan pada satu pasien dari Ohio, jadi para peneliti belum tahu seberapa lazimnya itu dalam populasi secara keseluruhan.

Adapun, seorang juru bicara dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan kepada media berita CNBC bahwa badan tersebut saat ini sedang meninjau penelitian baru yang menemukan adanya varian anyar Covid-19 di Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top