Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Keluarga Beckham Tanggung Kerugian Bisnis di Tengah Pandemi

Beban ini harus dipikul keluarga ini terlepas dari kerugian besar yang terus berlanjut di bisnis mode Beckham setelah penjualan memburuk selama pandemi.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 24 Januari 2021  |  09:53 WIB
Harper Beckham (tengah) dipangku oleh David Beckham dalam sebuah acara peragaan busana - Reuters
Harper Beckham (tengah) dipangku oleh David Beckham dalam sebuah acara peragaan busana - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - David dan Victoria Beckham harus merogoh kocek hingga 21 juta poundsterling untuk menopang bisnisnya, mulai dari bisnis olahraga, fashion dan media sejak 2019.

Dikutip dari BBC, beban ini harus dipikul keluarga ini terlepas dari kerugian besar yang terus berlanjut di bisnis mode Beckham setelah penjualan memburuk selama pandemi.

Keuntungan David Beckham Ventures Limited (DBVL), perusahaan manajemen merek yang dimiliki oleh mantan pesepakbola dan istrinya, turun menjadi 3,5 juta poundsterling dari 11,3 juta poundsterling pada 2019.

Ini sebagian karena uang yang dihabiskan untuk ekspansi dan sumbangan amal. Namun, pasangan selebritas itu masih membayar sendiri dividen 14,5 juta untuk mereka pada akhir 2019, dan mengambil jatah 7,1 juta poundsterling pada tahun 2020.

Seorang juru bicara perusahaan menghubungkan pembayaran tersebut dengan kinerja yang menguntungkan di DBVL, yang antara lain mengelola kemitraan strategis Beckham dengan Adidas dan wiski Haig Club.

Dia juga mencatat bahwa pendapatan perusahaan naik 600.000 poundsterling pada 2019 menjadi 16,2 juta poundsterling.

Namun, Victoria Beckham Holdings (VBHL), yang mengelola label fesyen mantan Spice Girl itu, bernasib jauh lebih buruk selama periode itu.

Kerugian bisnis - yang juga didukung oleh mantan mitra bisnis Beckham Simon Fuller dan perusahaan ekuitas swasta NEO Investment Partners - melebar menjadi 16,6 juta poundsterling selama 2019, menyusul kerugian sebesar 12,5 juta poundsterling pada 2018.

VBHL menyalahkan biaya yang terkait dengan peluncuran bisnis Victoria Beckham Beauty, rangkaian kosmetik baru di mana grup tersebut memiliki 85% kepemilikan saham, sebagai sumber bebannya. VBHL mencatat total penjualan di seluruh bisnis hanya naik 7 persen pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

david beckham victoria beckham
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top