Vaksin Covid-19 buatan Pfizer./Antara-Reuters
Health

Data dari Israel Tunjukkan Vaksin Pfizer Bisa Mengurangi Viral Load Virus Corona

Syaiful Millah
Rabu, 10 Februari 2021 - 13:28
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Data dari peneliti di Israel, yang telah menginokulasi sebagian besar populasinya dengan vaksin Pfizer-BioNTech, menunjukkan bahwa vaksin virus corona itu mengurangi viral load. Ini menjadi sinyal bahwa intervensi vaksin dapat mengurangi penyebaran Covid-19.

Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa vaksin virus corona dapat mengurangi penyakit parah dan kematian pada kasus virus corona (Covid-19). Namun, pertanyaan besar lain masih belum terjawab yakni tentang apakah vaksin bisa mencegah penularan virus.

Para ilmuwan mengatakan bahwa mencegah penyebaran infeksi adalah kunci untuk mengurangi risiko munculnya lebih banyak varian dan mencapai herd immunity. Orang dengan viral load lebih tinggi cenderung lebih mudah menular dan lebih mungkin menderita penyakit parah.

Untuk mengevaluasi dampak vaksin terhadap penularan, peneliti membandingkan data dari orang-orang yang berusia di atas 60 tahun dan mereka yang berusia 40-60 tahun, mengevaluasi data 16.297 orang yang dinyatakan positif Covid-19 antara 1 Desember 2020 dan 30 Januari 2021.

Program vaksin Israel sendiri dimulai pada 20 Desember 2020. Pada saat analisis, lebih dari 75 persen mereka dalam kelompok yang lebih tua kemungkinan besar telah menerima dosis pertama, seperti halnya sekitar 25 persen kelompok orang yang lebih muda.

Meskipun peneliti tidak tahu apakah setiap orang telah diberi dosis vaksin pertamanya, hipotesis mereka adalah bahwa jika vaksin itu mengurangi viral load, maka bukti akan muncul pada akhir Januari, karena ada jeda waktu yang dibutuhkan oleh vaksin untuk merangsang sistem kekebalan.

Yaniv Erlich, kepala petugas ilmiah MyHeritage mengatakan dalam 2 minggu terakhir bulan Januari para peneliti mencatat penurunan viral load yang signifikan secara statistik untuk orang berusia di atas 60 tahun, dibandingkan dengan kelompok usia 40-60 tahun.

Para peneliti menggunakan data demografis dan tingkat vaksinasi yang tersedia untuk memperkirakan efek dosis pertama pada pengurangan viral load. Mereka menghitung bahwa vaksin mengurangi viral load sebanyak 1,6 hingga 20 kali pada orang yang dites positif terkena virus.

Erlich mengingatkan bahwa makalah, yang belum ditinjau sejawat atau diterbitkan dalam jurnal medis, hanyalah studi awal. Meskipun dipahami bahwa viral load yang lebih kecil lebih baik, tidak jelas apakah pengurangan ini akan cukup untuk memblokir penularan.

“Harapan saya adalah… jika Anda positif setelah vaksinasi, Anda kemungkinan besar akan menularkan penyakit tersebut ke sejumlah kecil orang secara rata-rata,” katanya.

Stephen Griffin, profesor di Leeds University mengatakan data itu meskipun masih awal adalah hal yang positif, tetapi tetap tidak pasti. Karena penelitian tersebut mengamati orang-orang yang dites positif terkena virus, hasilnya menunjukkan bahwa orang yang divaksinasi cenderung lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan infeksi.

Dia melanjutkan bahwa masih belum jelas apakah vaksin tersebut menghentikan orang untuk terinfeksi sama sekali. Namun, saat ini penelitian tersebut tidak dirancang untuk menilai hal tersebut, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.

Minggu lalu, Oxford-AstraZeneca meluncurkan analisis awal dari sebagian kecil pasien yang mengisyaratkan bahwa satu dosis vaksin mereka dapat mengurangi penularan virus hingga 67 persen berdasarkan penurunan viral load.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro