Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pfizer dan BioNTech Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil

Seperti diketahui, wanita hamil berisiko lebih tinggi mengalami Covid-19 yang parah, dan banyak pejabat kesehatan masyarakat merekomendasikan beberapa wanita dalam profesi berisiko tinggi untuk menggunakan vaksin virus corona, meski belum ada bukti bahwa itu aman untuk mereka.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  08:31 WIB
Pfizer dan BioNTech Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil
Vaksin buatan Pfizer yang disetujui Inggris
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pfizer dan BioNTech telah memulai studi internasional vaksinasi covod-19  untuk ibu hamil.

Sebanyak 4.000 sukarelawan akan ikut dalam evaluasi keamanan dan efektivitas vaksin COVID-19 mereka pada wanita hamil yang sehat, kata perusahaan itu.

Seperti diketahui, wanita hamil berisiko lebih tinggi mengalami Covid-19 yang parah, dan banyak pejabat kesehatan masyarakat merekomendasikan beberapa wanita dalam profesi berisiko tinggi untuk menggunakan vaksin virus corona, meski belum ada bukti bahwa itu aman untuk mereka.

Pekan lalu, Institut Kesehatan Nasional AS menyerukan agar wanita hamil dan menyusui lebih banyak dimasukkan dalam penelitian vaksin Covid-19.

Ahli bioetika, vaksin dan ahli kesehatan ibu telah berdebat selama bertahun-tahun bahwa wanita hamil harus diikutsertakan di awal uji coba vaksin pandemik sehingga mereka tidak perlu menunggu lama setelah vaksin yang sukses muncul.

Namun demikian, wanita hamil dikeluarkan dari uji coba besar AS yang digunakan untuk mendapatkan otorisasi penggunaan darurat vaksin Covid-19.

Pembuat obat itu telah mengatakan bahwa mereka pertama-tama perlu memastikan vaksinnya aman dan efektif secara lebih umum. Di Amerika Serikat, pembuat peraturan mewajibkan pembuat obat untuk melakukan studi keamanan pada hewan hamil sebelum vaksin diuji pada wanita hamil untuk memastikan vaksin tersebut tidak membahayakan janin atau menyebabkan keguguran. Perusahaan mengatakan studi tersebut tidak mengungkapkan risiko baru.

Wanita hamil di Amerika Serikat telah menerima dosis pertama mereka.

Studi baru nantinya akan menguji vaksin pada wanita hamil berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat, Kanada, Argentina, Brasil, Chili, Mozambik, Afrika Selatan, Inggris, dan Spanyol.

Mereka akan menerima vaksin selama minggu ke 24-34 kehamilan, mendapatkan dua suntikan dengan jarak 21 hari, rejimen yang sama digunakan dalam uji klinis yang umumnya dilakukan.

Tak lama setelah melahirkan, peserta yang mendapat plasebo dalam uji coba akan diberi kesempatan untuk mendapatkan vaksin yang sebenarnya, sambil tetap menjadi bagian dari penelitian, kata perusahaan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pfizer Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top