Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uji Klinis Global Pengobatan Covid-19 Dimulai, FK UI Terlibat

Uji klinis RECOVERY yang dijalankan di Inggris sangat penting untuk menemukan pengobatan Covid-19 yang efektif dan dapat digunakan di seluruh dunia.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 19 Februari 2021  |  16:37 WIB
Ilustrasi - Tablet Avigan influenza, diproduksi oleh Fujifilm Holdings Corp. Avigan digunakan sebagai bagian dari uji klinis pada pasien Ebola, Oktober 2014. Bloomberg - Akio Kon.
Ilustrasi - Tablet Avigan influenza, diproduksi oleh Fujifilm Holdings Corp. Avigan digunakan sebagai bagian dari uji klinis pada pasien Ebola, Oktober 2014. Bloomberg - Akio Kon.

Bisnis.com, JAKARTA – Inggris kembali menjalankan RECOVERY, studi uji acak evaluasi terapi Covid-19 (The Randomised Evaluation of Covid-19 Therapy). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bakal terlibat dalam pelaksanaan uji klinis terbesar di dunia untuk mengevaluasi pengobatan Covid-19 tersebut.

Kepala Studi RECOVERY dari FKUI Erni Juwita Nelwan mengatakan studi serupa yang dilaksanakan di Inggris sebelumnya telah membantu Indonesia untuk membuat perencanaan sumber daya yang lebih efektif.

Pelaksanaan studi RECOVERY di Indonesia merupakan salah satu hasil dari kemitraan yang sudah terjalin lama antara FKUI dan Oxford University, serta dukungan dari berbagai mitra penelitian dan rumah sakit di Indonesia.

Universities of Indonesia and Oxford Clinical Research Laboratory (IOCRL), sebagai fasilitas pendukung uji klinik bersama di Jakarta, yang juga merupakan hasil dari kemitraan dua lembaga tersebut, akan membantu proses pelaksanaan dan koordinasi studi ini di Indonesia.

Sementara itu, rumah sakit pertama yang bergabung dengan studi RECOVERY di Indonesia adalah RS Metropolitan Medical Centre (MMC) Jakarta, RS Martha Friska Medan, dan RS Hasan Sadikin Bandung. Selain, beberapa rumah sakit lainnya akan segera bergabung.

“Di Indonesia, studi akan diawali dengan mengevaluasi penggunaan aspirin dan kolkisin, karena obat ini sudah tersedia dan terjangkau, namun seperti pelaksanaan studi RECOVERY di Inggris, uji coba ini bersifat adaptif dan obat baru akan ditambahkan seiring waktu,” ungkap Erni, pada webinar, Jumat (19/2/2021).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes, Slamet, mengatakan bahwa uji klinis RECOVERY sangat penting untuk menemukan pengobatan Covid-19 yang efektif dan dapat digunakan di seluruh dunia.

“Harapannya hasilnya dapat dimanfaatkan dengan cepat di Indonesia dan negara berpenghasilan rendah dan menengah lainnya. Kami sangat bangga bahwa para peneliti Indonesia berperan serta dan menjadi bagian dari sebuah uji klinis penting di dunia,” ungkapnya.

Studi RECOVERY pertama kali dilaksanakan di Inggris pada Maret 2020 untuk mengevaluasi pengobatan mana yang paling efektif untuk melawan Covid-19. Studi ini telah menghasilkan rekomendasi yang sudah mengubah perawatan klinis terhadap pasien Covid-19.

Beberapa temuan yang sudah ada di antaranya menyebutkan bahwa steroid dengan harga terjangkau, deksametason, dan pengobatan anti-inflamasi tocilizumab, secara signifikan dapat mengurangi risiko kematian ketika diberikan kepada pasien rawat inap dengan Covid-19 bergejala berat.

Rekomendasi ini kemudian digunakan pada praktik klinis di seluruh dunia untuk membantu menyelamatkan nyawa pasien dan memprioritaskan sumber daya perawatan kesehatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas indonesia inggris Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top