Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Benarkah Sambiloto Bisa Cegah Covid-19?

Dr Adam Prabata PhD Candidate in Medical Science at Kobe University mengatakan tanaman sambiloto yang memiliki nama latin andrograpis paniculata dikenal dengan rasanya yang pahit dan digunakan sebagai obat tradisional di banyak Negara untuk demam, batuk pilek dan beberapa infeksi virus.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  10:05 WIB
Tanaman Sambiloto - istimewa
Tanaman Sambiloto - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Akhir-akhir ini banyak informasi yang beredar di masyarakat bahwa tanaman sambiloto dapat digunakan untuk pencegahan dan pengobatan Covid-19.

Informasi tersebut memunculkan kebingungan dan pertanyaan di masyarakat apakah sambiloto benar-benar bermanfaat untuk Covid-19 atau tidak.

Jadi apakah benar sambiloto bisa bermanfaat untuk mencegah dan mengobati Covid-19 atau tidak?

Dr Adam Prabata PhD Candidate in Medical Science at Kobe University mengatakan tanaman sambiloto yang memiliki nama latin andrograpis paniculata dikenal dengan rasanya yang pahit dan digunakan sebagai obat tradisional di banyak Negara untuk demam, batuk pilek dan beberapa infeksi virus.

Tanaman ini diuga bermanfaat untuk covid-19 karena diduga memiliki aktivitas antivirus, memiliki aktivitas anti inflamasi atau peradangan. Selain itu diduga dapat mencegah melekatnya virus penyebab covid-19 dengan sel di tubuh.

Bagaimana penelitian terkait sambiloto dan covid-19 ini?

Menurut penelitian in silico atau simulasi computer disebutkan sambiloto memiliki komponen aktif bernama andrographolide yang dapat menghambat enzim-enzim penting di virus penyebab covid-19.

Sementara itu, dalam penelitian in vitro atau dilakukan pada sel, terungkap jika ekstrak sambiloto dan andrographolide dapat menghambat produksi virus penyebab covid-19 yang telah menginfeksi sel.

Dalam uji klinis penggunaan sambiloto pada manusia dilakukan dalam 3 fase sebagai berikut

1.       Keluhan batuk dan derajat keparahan berkurang (subyek 12 orang)

2.       Data hasil masih belum diketahui (subyek 60 orang)

3.       Pilot study direncanakan pada Desember

Sampai saat ini perlu ada hasil uji klinis fase 3 dengan desain studi yang baik, jumlah sampel besar dan hasil konsisten untuk menyatakan suatu obat atau bahan herbal bisa bermanfaat untuk suatu penyakit.

“Artinya boleh dikonsumsi selama jangan dianggap sebagai sesuatu yang pasti bisa mencegah dan mengobati covid-19,” ujar Adam.

Dia mengatakan sambiloto termasuk relative aman, namun tetap memiliki beberapa efek samping seperti alergi, sakit kepala, nyeri dan pembengkakan kelenjar getih bening, mual dan diare.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat herbal Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top