Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Cara Mengurangi Risiko Pembekuan Darah

Meskipun otoritas kesehatan mengisolasi kasus-kasus ini di antara sekitar 5 juta orang yang telah di vaksin dengan suntikan serupa, sejumlah pemerintahan tetap tidak nyaman dengan kondisi yang ada.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 16 Maret 2021  |  12:40 WIB
Ilustrasi pembekuan darah - istimewa
Ilustrasi pembekuan darah - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Negara-negara di Eropa telah menangguhkan dosis vaksin AstraZeneca di tengah masalah pembekuan darah yang timbul. Sudah lebih dari 30 kasus yang muncul di benua biru itu.

Meskipun otoritas kesehatan mengisolasi kasus-kasus ini di antara sekitar 5 juta orang yang telah di vaksin dengan suntikan serupa, sejumlah pemerintahan tetap tidak nyaman dengan kondisi yang ada.

Gumpalan darah atau dikenal sebagai trombus, berkembang saat trombosit bergegas memperbaiki pembuluh darah yang rusak.

Mereka menarik trombosit lain untuk membantu penyebabnya, menyumbat pembuluh darah dan mencegah lebih banyak darah masuk.

Ada beberapa faktor risiko pembekuan darah ini termasuk merokok, kehamilan, dan berat badan. Dilansir dari Express UK, Selasa (16/3) berikut ini beberapa cara yang dapat mengurangi risiko pembekuan darah.

1. Bergerak

Bekerja dari rumah berarti banyak orang menghabiskan setahun terakhirnya tanpa perjalanan. Ini bisa menyebabkan orang menjadi lebih minim bergerak.
Perlu diingat bahwa tidak bergerak bisa memperlambat aliran darah dan meningkatkan risiko pembekuan darah. Obatnya adalah meregangkan dan menggerakkan kaki atau rutin melangkah.

2. Berhenti merokok

Salah satu faktor risiko pembekuan darah yang paling terkenal adalah merokok. Hal itu disebabkan karena merokok dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah.
Kebiasaan itu juga menyebabkan trombosit lebih menempel, meningkatkan risiko penggumpalan dua kali lipat. Meskipun bukan solusi yang mudah, orang harus mengurangi risiko ini dengan berhenti merokok.

3. Menurunkan berat badan

Obesitas memiliki risiko yang sama dengan merokok dalam hal pembekuan darah, meskipun para dokter masih belum yakin apa yang benar-benar menyebabkan peningkatan risiko tersebut.

Secara khusus, orang dapat mengembangkan Deep Vein Thrombosis (DVT) atau emboli paru. Para ahli menduga peningkatan lemak menghentikan aliran darah melalui vena, mengubah komposisinya, dan meningkatkan peradangan.

4. Olahraga

Beberapa orang mungkin tidak kelebihan berat badan, tetapi memiliki kondisi yang menyebabkan mereka mengalami pembekuan.
Dalam hal ini, salah satu tindakan terbaik yang bisa dilakukan adalah mulai berolahraga. Seperti bergerak sesekali, olahraga akan membantu aliran darah dan banyak lagi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

darah merokok
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top