Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Dukung Kampanye Menonton di Bioskop dengan Aman

Ramainya bioskop memiliki efek sampai ke pekerja film, sehingga kampanye meonton film di bioskop perlu digaungkan.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 20 Maret 2021  |  10:15 WIB
Salah fasiitas di area bioskop CGV Blitz. - istimewa
Salah fasiitas di area bioskop CGV Blitz. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA –  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan, bahwa pemerintah mendukung penuh upaya kampanye menonton di bioskop yang aman dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Saya berharap bioskop-bioskop bisa lebih gencar lagi menggaungkan bahwa nonton di bioskop akan tetap aman dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kalau stigma itu bisa sampai ke publik, mereka akan kembali berani nonton di bioskop. Penuhi persyaratan itu, nanti akan kita dorong,” ujarnya saat menerima audiensi dari para pelaku industri kreatif khususnya animasi dan komik, Jumat (19/3/2021).

Airlangga didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.  Audiensi kali ini dihadiri oleh Triawan Munaf, Mira Lesmana, Dian Sastro, Wicky Olindo, Joko Anwar, Dewinta Hutagaol, Sunil Samtani, Chand Parwez dan Angga Dwimas Sasongko.

Juga beberapa asosiasi yang terkait dengan industri perfilman yang hadir secara daring (online). Mereka semua mewakili stakeholder dalam industri perfilman.

Airlangga menyebut, upaya untuk memulihkan ekonomi nasional terus dilakukan pemerintah.

“Bapak Presiden secara langsung telah memberi arahan kepada saya, khusus untuk industri perfilman, pekerja film dan pekerja budaya. Maka dari itu, kehadiran ini sangat penting. Saya juga sudah menerima usulan-usulan yang telah disampaikan teman-teman kepada Bapak Presiden,” katanya.

Para insan perfilman yang hadir menyampaikan, bahwa 90 persen pemasukan industri perfilman berasal dari bioskop yang merupakan hilir dari industri ini.

Mereka menerangkan, bahwa pemutaran film melalui digital platform atau streaming belum bisa memenuhi kebutuhan produksi film.

Ramainya bioskop memiliki efek sampai ke pekerja film, sehingga kampanye meonton film di bioskop perlu digaungkan.

Selain itu, mereka pun menyampaikan usulan stimulus pengalokasian dana pemulihan ekonomi nasional demi mendukung industri perfilman Indonesia.

“Saya telah membaca usulan-usulan yang disampaikan terkait alokasi dana pemulihan ekonomi nasional untuk sektor perfilman. Dari audiensi ini, saya berharap bisa mendapatkan data-data yang konkret dan akuntabel sehingga bisa mendukung pemerintah dalam mengambil keputusan, khususnya kebijakan mendukung pemulihan di sektor perfilman,” tambah Airlangga.

Perwakilan tersebut menyampaikan, bahwa pada tahun 2016, terdapat 2.418 jumlah usaha yang bergerak di sub-sektor film, animasi dan video, dengan jumlah tenaga kerja pada tahun 2019 diproyeksikan lebih dari 50.000 orang. 

Perwakilan dari perfilman menyampaikan, bahwa sejak industri film diangkat dari Daftar Negatif Investasi (DNI) pada tahun 2016, industri film Indonesia mengalami peningkatan 20 persen dari segi investasi.

Pada akhirnya, industri film di Indonesia mampu tumbuh dan masuk dalam 10 industri film terbesar di dunia. Hal ini merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah industri perfilman Indonesia. Mereka mengharapkan pencapaian ini tidak hanya menjadi kenangan.

Selanjutnya, Airlangga menanggapi bahwa bioskop sudah dapat dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, tetapi antusiasme masyarakat untuk kembali menonton di bioskop memang belum pulih seperti dulu.

Menutup audiensi kali ini, para insan perfilman yang hadir sepakat untuk membuat lebih rinci lagi terkait ide-ide yang telah disampaikan. Rincian tersebut akan disusun oleh working group yang ada dan tentunya juga didukung oleh riset-riset sebagaimana yang diminta oleh Pemerintah.

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bioskop industri film airlangga hartarto
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top