Insomnia. Sebagian besar penyintas tidak pernah cukup sakit akibat Covid-19 tetapi masih berjuang dengan msaalah psikologi dan fisiologis jangka panjang. /boldsky.com
Health

Banyak Pasien Covid Alami Coronasomnia, Ini Tips Perbaiki Masalah Tidur

Syaiful Millah
Selasa, 6 April 2021 - 09:16
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Seperti kebanyakan infeksi virus lainnya, virus corona baru penyebab Covid-19 juga diketahui memengaruhi tidur seseorang. Para dokter menemukan banyak sekali orang yang mengalami gejala yang disebut coronasomnia atau covid-somnia. 

Dilansir Express UK, Selasa (6/4/2021), banyak pasien pulih dari virus corona yang masih melaporkan kesulitan tidur yang berkelanjutan. Hal ini tentunya berdampak pada kualitas tidur mereka yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan emosional dan fisik. 

Faktanya, laporan dari National Institutes of Health menyoroti bahwa sejak awal pandemi, tingkat insomnia yang signifikan secara klinis terkait dengan kehadiran virus corona baru telah muncul pada penderitanya. 

Orang yang sudah menderita masalah tidur bahkan sebelum pandemi berlangsung, mengalami gejala yang makin buruk dan mereka yang tidur sebelumnya biasa tidur nyenyak kini mulai mengalami gejala insomnia.

Para dokter tidur kini menjuluki masalah tidur yang disebabkan oleh Covid-19 sebagai covid-somnia atau coronasomnia yang menggambarkan berbagai gangguan tidur, tidak hanya pada pasien tetapi pada seluruh populasi. 

Virus corona diketahui memengaruhi sistem saraf seseorang dari saraf penciuman dan wajah, menyebabkan hilangnya penciuman dan rasa, hingga gejala sakit kepala dan kabut otak yang sudah lama diindentifikasi. 

Oleh karena itu, masuk akal bahwa Covid-19 juga memiliki dampak jangka panjang pada otak dan pola tidur seseorang. Sebagai mana diketahui, secara umum infeksi virus juga diketahui menyebabkan kelelahan dan kantuk. 

Tina Mori, seorang sipir di unit kesehatan di Inggris, mengatakan bahwa dulu dirinya merasa baik-baik saja dengan tidur 5-6 jam sehari, tetapi Covid-19 membuatnya ingin tidur di mana saja dan kapan saja. 

Kepada BBC News Tina mengaku pernah mengalami malam yang sangat sulit hingga merasa putus asa untuk tidur. "Saya tidur untuk waktu yang sangat singkat dan berjuang kembali untuk tidur, siklus itu terjadi terus menerus," katanya. 

Paul Whitaker, dokter yang menjalankan klinik Covid, mengatakan pasien dengan gejala jangka panjang mungkin mengalami kesulitan tidur atau sebaliknya, mereka bisa tidur berlebihan karena diganggu oleh kelelahan yang ditimbulkan. 

Sementara Meir Kryger, peneliti tidur di Yale School of Medicine, telah melihat pasien dengan beberapa jenis gejala jangka panjang yang sangat signifikan terkait dengan tidur. 

Sebagian besar penyintas tidak pernah cukup sakit akibat Covid-19 tetapi masih berjuang dengan msaalah psikologi dan fisiologis jangka panjang. 

"Beberapa mengembangkan insomnia parah dan ketakutan tertidur karena mereka mengira sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada mereka," katanya. 

Berikut ini adalah beberapa tips untuk membantu memperbaiki masalah tidur dari para ahli :

- Pertahankan rutinitas harian normal 
- Ciptakan dan pertahankan rutinitas tidur 
- Olahraga setiap hari 
- Jangan gunakan kamar tidur dan tempat tidur sebagai tempat bekerja 
- Jangan tidur siang 
- Jangan terlambat makan 
- Kurangi mengakses layar ponsel atau laptop di malam hari 
- Kurangi konsumsi alkohol dan kafein 
- Belajar bermeditasi 

Penulis : Syaiful Millah
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro