Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setahun Pandemi, Sistem Kesehatan Nasional Perlu Dibenahi

Pandemi Covid-19 membuktikan gagapnya Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dalam merespon bencana kesehatan dalam skala luas yang berdampak masif.
Luke Andaresta
Luke Andaresta - Bisnis.com 15 April 2021  |  20:41 WIB
Pengungsi tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi di Barak Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.  -  ANTARA\\r\\n
Pengungsi tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi di Barak Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. - ANTARA\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuktikan gagapnya Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dalam merespon bencana kesehatan dalam skala luas yang berdampak masif. Pengalaman menunjukkan sebelum pandemi Covid-19, penanggulangan bencana lebih diprioritaskan pada bencana alam.

Atas dasar pembelajaran dari setahun pandemi ini, perlu penguatan SKN untuk mengantisipasi potensi bencana kesehatan serupa di masa depan.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI Tri Nuke Pudjiastuti mengatakan penanganan kesehatan masyarakat akibat pandemi Covid-19 tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan pemerintah pusat dan daerah, tetapi seluruh elemen bangsa juga diharapkan memberikan kontribusinya.

“Prioritas dalam penanggulangan bencana kesehatan memerlukan penguatan SKN. Apalagi saat ini reformasi Sistem Kesehatan Nasional juga menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah 2021,” ungkap Nuke, Kamis (15/4/2021).

Knowledge Sector Initiative (KSI), Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI (Kedeputian IPSK LIPI) menginisiasi rangkaian diskusi dan saling berbagi informasi kegiatan/riset yang dilakukan pada April-Oktober 2020 dengan melibatkan baik individu maupun institusi yang tergabung dalam Konsorsium SKN.

Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, Sri Sunarti Purwaningsih mengatakan pentingnya memperkuat SKN yang tangguh terhadap bencana pandemi. Berkaitan dengan hal ini, diperlukan upaya untuk memahami grand design penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya dalam merespon kesehatan pandemik.

Upaya penguatan SKN yang ditawarkan mengacu pada WHO Health System Framework, Sendai Framework, dan SKN melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat menjadi pusat (people-centered).

“Upaya penguatan SKN sangat perlu memperhatikan pada basis data yang terintegrasi sehingga kebijakan ataupun implementasinya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran,” katanya pada diskusi virtual, Kamis (15/4/2021).

Narti juga mengatakan bahwa sumber daya kesehatan yang mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam hal bencana kesehatan penting untuk terus melakukan edukasi dan pendampingan sehingga masyarakat paham dan mau terlibat aktif untuk bersama-sama mencegah, mengatasi, maupun berupaya bangkit kembali (build-back better) dengan lebih baik dalam berhadapan dengan bencana kesehatan.

“Penguatan [pemberdayaan] masyarakat harus dilakukan sehingga mereka dapat dijadikan garda terdepan dalam menghadapi masalah pandemi/epidemi sehingga ke depan mereka lebih siap atau bahkan bisa melakukan mitigasi untuk menghadapi situasi yang akan datang,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jaminan kesehatan nasional jaminan kesehatan nasional tanggap darurat bencana
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top