Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Catat! Ini Pentingnya Protein Hewani Demi Pertumbuhan Anak

Stunting atau hambatan pertumbuhan pada anak merupakan masalah yang menjadi perhatian pemerintah selama beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi kekhawatiran mengingat Indonesia memiliki rencana dalam mengupayakan peningkatan dan pembangunan sumber daya manusia yang kuat dan cerdas.
Laurensia Felise
Laurensia Felise - Bisnis.com 22 April 2021  |  20:09 WIB
Petugas kader kesehatan desa menimbang balita di Posyandu Desa Danupayan, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020).  - ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Petugas kader kesehatan desa menimbang balita di Posyandu Desa Danupayan, Bulu, Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2020). - ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Stunting atau hambatan pertumbuhan pada anak merupakan masalah yang menjadi perhatian pemerintah selama beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi kekhawatiran mengingat Indonesia memiliki rencana dalam mengupayakan peningkatan dan pembangunan sumber daya manusia yang kuat dan cerdas.

Salah satu upaya pemerintah adalah dengan mendorong perbaikan gizi keluarga melalui peningkatan konsumsi produk protein hewani yang didasari atas beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi produk pangan hewani di Indonesia masih sangat rendah. Padahal menurut ahli gizi Sandra Fikawati, konsumsi protein hewani dapat meningkatkan kognitif dan kesehatan pada anak-anak.

Dampak positif ini yang mendorong target 1000 Hari Pertama Kehidupan bagi anak, sebab masa-masa itulah yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak dalam jangka panjang sehingga perlu untuk memberikan pangan protein hewani bagi anak.

Ketua PKGK FKM UI Ahmad Syafiq menyarankan adanya frekuensi makan minimal, baik makan utama maupun makan selingan, bagi anak-anak berdasarkan usia per harinya.

"Dua kali untuk bayi 6-8 bulan yang masih disusui, tiga kali untuk anak usia 9-23 bulan, dan empat kali untuk anak usia 6-23 bulan yang tidak mendapatkan ASI," kata Ahmad berdasarkan rilis resmi yang diterima Bisnis, Kamis (22/04/2021).

Ia juga menyarankan agar anak-anak perlu mendapatkan keragaman pangan dengan minimal konsumsi empat dari tujuh kelompok pangan, yaitu padi-padian, akar, dan umbi, buah dan sayur, daging merah, ikan, dan unggas, legum, kacang-kacangan dan biji-bijian, telur, serta susu dan olahannya.

Ini kemudian diperkuat dengan penjelasan Ketua Umum Pergizi dan Pangan Indonesia yang menjelaskan perlunya keragaman konsumsi pangan hewani untuk mencegah gangguan pertumbuhan pada anak atau stunting bahkan mampu menurunkan risikonya hingga 40%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

protein stunting
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top