Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mutasi Ganda dan Triple Mutation Virus Corona India, Efektivitas Vaksin Dipertanyakan

Sejumlah ahli juga yakin bahwa triple mutation juga terjadi di negara-negara lain di seluruh dunia, yang kemudian menjadi penyebab lonjakan kasus.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 26 April 2021  |  14:40 WIB
Ilustrasi petugas kesehatan mempersiapkan vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi petugas kesehatan mempersiapkan vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – India dilanda tsunami kasus Covid-19. Mutasi virus hingga 3 kali atau triple mutation dinilai menjadi salah satu penyebabnya.

Melansir laporan India Today, Senin (26/4/2021), dijelaskan bahwa triple mutation merupakan varian virus yang terdiri atas tiga strain Covid-19 berbeda.

Ketiga strain tersebut bergabung menjadi satu dan membentuk satu varian baru. Triple mutation ini juga sudah terdeteksi di beberapa bagian negara India seperti di Maharashtra, Delhi, West Bengal, dan Chhattisgarh.

“Semakin banyak virus menyebar, virus akan makin mereplikasi diri dan lebih terus bermutasi. Double mutation, yang membuat ledakan kasus di India, terdiri atas dua strain virus berbeda. Saat ini malah ditemukan tiga varian virus sudah menjadi satu dan membentuk varian virus baru,” ungkap laporan tersebut.

Sejumlah ahli juga yakin bahwa triple mutation tidak hanya terjadi di India, tapi juga terjadi di negara-negara lain di seluruh dunia, yang kemudian menjadi penyebab lonjakan kasus.

Di India, penelitian terkait mutasi virus terus dilakukan lewat genome sequencing. Saat ini, ada 10 laboratorium yang melakukan genome sequencing untuk meneliti bagamana virus ini bermutasi dan bereplikasi.

Sebelumnya, double mutation atau mutasi ganda sendiri sudah terbukti meningkatkan penyebaran dan mempengaruhi keparahan.

Dengan triple mutation, para ahli meyakini bahwa ketahanan virus akan makin tinggi, sehingga bisa resisten terhadap imun dan antibodi, serta bisa mempengaruhi keefektifan vaksin.

“Namun, di India, triple mutation masih diklasifikasikan sebagai “variant of interest”, dan belum dikategorikan sebagai “variant of concern” karena kasusnya masih sedikit,” ungkap laporan tersebut.

Peneliti dari CSIR-Institute of Genomics and Integrative Biology di India, Vinod Scaria, menambahkan, bahwa triple-mutation bisa jadi merupakan mutasi dari varian double-mutant, yang disebut sejumlah ahli menjadi penyebab lonjakan kasus di beberapa negara.

Sreedhar Chinnaswamy, Peneliti dari National Institute of Biomedical Genomics di India, juga mengatakan bahwa varian triple-mutation jua membawa mutasi E484K, yakni varian yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil.

“Artinya, anda kemungkinan tidak akan aman dari paparan virus lagi, meskipun sudah pernah terpapar varian virus yang sebelumnya dan sembuh, atau meskipun anda sudah divaksinasi,” kata Chinnaswamy.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india Virus Corona Covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top