Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pantangan untuk Terapi Plasma Darah Covid-19, Kondisi Ini Tidak Boleh jadi Pendonor

Terapi plasma adalah metode pengobatan dengan menggunakan plasma darah dari pasien yang telah sembuh dari infeksi dan diberikan kepada pasien yang tengah menderita Covid-19 dan memiliki kemungkinan pemulihan yang rendah. Plasma adalah bagian terbesar dari darah dan menghasilkan lebih dari setengah dari seluruh kandungan darah.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 28 April 2021  |  15:48 WIB
Plasma darah dipegang oleh petugas medis
Plasma darah dipegang oleh petugas medis

Bisnis.com, JAKARTA - Terapi plasma konvalesen atau plasma darah belakangan dianggap efektif untuk mengatasi pasien Covid-19 dengan gejala parah atau yang sedang dalam masa kritis. Namun sebelum menjalani terapi ini, ada sejumlah catatan yang perlu disimak.

Terapi plasma adalah metode pengobatan dengan menggunakan plasma darah dari pasien yang telah sembuh dari infeksi dan diberikan kepada pasien yang tengah menderita Covid-19 dan memiliki kemungkinan pemulihan yang rendah. Plasma adalah bagian terbesar dari darah dan menghasilkan lebih dari setengah dari seluruh kandungan darah.

Saat lepas dari darah, plasma tampak seperti cairan bening dan berwarna kuning muda. Plasma mengandung garam, enzim, protein, air, dan juga antibodi yang dipercaya meningkatkan kekebalan tubuh penerimanya.

Di tengah berkembangnya strain baru Covid-19, antibodi kita mungkin memerlukan waktu untuk berkembang dan melawan. Oleh karena itu, jika plasma dari pasien yang sembuh diberikan kepada pasien yang masih dalam masa pemulihan, kemungkinan besar tubuh mereka akan menawarkan kekebalan instan dan mengobati kondisi tersebut lebih cepat dengan mengurangi gejala.

Kendati demikian, mengutip Boldsky, Rabu (28/4/2021), ada sejumlah syarat donor plasma yang wajib dipenuhi. Donor plasma darah bisa diberikan dengan catatan penyintas tersebut telah pulih dari Covid-19 dan sudah dinyatakan negatif. Kemudian, tidak mengalami gejala apa pun selama 14 hari setelah pulih dari kondisi tersebut serta harus memiliki tingkat antibodi yang tinggi dalam plasma darah. Mereka yang bisa mendonorkan plasma juga harus berusia antara 18-60 tahun.

“Orang yang telah divaksinasi Covid-19 dapat mendonasikan plasma setelah 28 hari sejak tanggal vaksinasi,” tulis situs kesehatan itu.

Sementara itu, mereka yang memiliki berat badan kurang atau kurang dari 50 kg, menderita diabetes, sedang hamil, memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, mengidap kanker atau merupakan survivor kanker, tidak diperbolehkan untuk melakukan donor plasma. Begitu pula yang memiliki kondisi paru-paru, ginjal, jantung, atau penyalit kronis tertentu.

Di sisi lain diterangkan bahwa seorang pasien Covid-19 dapat meminta plasma jika disarankan oleh ahli medis, pasien memiliki kadar plasma yang rendah dalam darahnya, dan tengah dalam kondisi kritis. Tentu, plasma darah yang bisa diberikan harus memiliki golongan darah yang sama antara pasien dengan pendonor.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

darah Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top