Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Krisis Covid-19, Media Sosial Jadi Tulang Punggung Informasi di India

Dokter, pemilik rumah sakit, jurnalis, dan lapisan masyarakat lain mengandalkan Twitter untuk mencari oksigen, tempat tidur perawatan intensif (intensive care unit/ICU), dan plasma darah karena penambahan kasus virus Covid-19 dan kematian di sana mencapai rekor tertinggi.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 26 April 2021  |  11:13 WIB
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India  -  Express Photo by Amit Chakravarty
Tenaga medis berupaya menyelamatkan pasien di tengah serangan gelombang kedua Covid-19 di India - Express Photo by Amit Chakravarty

Bisnis.com, JAKARTA - Dokter, pemilik rumah sakit, jurnalis, dan lapisan masyarakat lain mengandalkan Twitter untuk mencari oksigen, tempat tidur perawatan intensif (intensive care unit/ICU), dan plasma darah karena penambahan kasus virus Covid-19 dan kematian di sana mencapai rekor tertinggi.

Pasokan oksigen berada pada tingkat kritis yang sangat rendah di India, dan beberapa rumah sakit kewalahan dengan pasien yang menderita Covid-19.

Menggunakan tagar seperti #CovidSOS dan # COVIDEmergency2021, banyak orang di India mencari tempat tidur ICU, oksigen, dan plasma, dan lainnya telah mencoba mengarahkan mereka yang membutuhkan ke pemasok.

Demikian halnya dengan grup di WhatsApp dan Facebook telah dibanjiri dengan postingan dari orang-orang yang membutuhkan tempat tidur ICU, oksigen, dan persediaan lainnya, karena organisasi seperti HumanKind Global mencoba melacak petunjuk untuk membantu mereka.

“Tidak hanya kekurangan pasokan oksigen bagi mereka yang tidak bisa mendapatkan bantuan medis di rumah sakit, rumah sakit juga kehabisan oksigen,” tulis jurnalis Abhishek Baxi dalam email ke The Verge dikutip Senin (26/4/2021).

Selama beberapa hari terakhir, kata Baxi, permintaan pasokan oksigen di Twitter meningkat karena mereka tidak mendapat tanggapan dari pihak berwenang. Ada update di saluran berita tentang rumah sakit X yang tersisa dengan hanya beberapa jam oksigen atau rumah sakit Y mengoptimalkan pasokan untuk pasien karena mereka hanya punya sisa pasokan oksigen 2 jam.

Terdapat pula rumah sakit yang telah meminta pasien untuk pergi ke tempat lain - sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di kota di mana semua rumah sakit penuh sesak. "

Pada Sabtu (24/4/2021), Hindustan Times melaporkan 20 pasien meninggal dunia di sebuah rumah sakit di New Delhi karena suplai oksigen yang menipis.

India terhuyung-huyung akibat dari gelombang kedua kasus Covid-19. Menurut pusat sumber virus korona Johns Hopkins, India melaporkan 349.691 kasus baru pada Sabtu atau mencatatkan rekor baru.

Negara itu melaporkan 2.767 kematian akibat Covid-19 pada hari tersebut yang juga mencatatkan juga rekor baru. Kurang dari 1,6 persen populasi negara itu telah divaksinasi penuh, data Johns Hopkins menunjukkan.

The New York Times melaporkan bahwa situasinya mungkin lebih mengerikan daripada angka yang tercatat Terlebih, para pejabat di India meremehkan atau mengabaikan kematian akibat Covid-19.

Di sisi lain, atas permintaan pemerintah India, Twitter menyensor lebih dari 50 postingan yang mengkritik penanganan pemerintah terhadap lonjakan virus Corona terbaru, sehingga tweet tersebut tidak terlihat di India. Pemerintah India telah memerintahkan agar postingan serupa ikut dihapus dari Facebook dan Instagram juga.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

twitter Covid-19 India
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top