Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Restoran Milik Wulan Guritno Lucy in The Sky Raup Dana IPO Rp33,7 miliar

Melalui Initial Public Offering (IPO), Lucy in The Sky berhasil menghimpun dana publik sebesar Rp33,7 miliar atau senilai 337.500.000 lembar saham. Setelah mendapatkan dana tersebut, perseroan telah melanjutkan rencana ekspansi untuk pengembangan bisnis.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  19:13 WIB
Lucy in The Sky
Lucy in The Sky

Bisnis.com, JAKARTA - PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. pemilik & pengelola Lucy in The Sky telah resmi melantai di bursa saham pada 5 Mei 2021 lalu.

Melalui Initial Public Offering (IPO), perseroan berhasil menghimpun dana publik sebesar Rp33,7 miliar atau senilai 337.500.000 lembar saham. Setelah mendapatkan dana tersebut, perseroan telah melanjutkan rencana ekspansi untuk pengembangan bisnis.

Ratna Sari, Corporate Secretary Lucy in The Sky mengungkapkan pengembangan perusahaan sudah berjalan sebelum mendapatkan dana dari publik.

“Setelah mendapatkan dana dari publik, pada kuartal II/2021 perseroan telah merealisasikan strategi pengembangan, di antaranya; renovasi gerai Lucy in The Sky yang berlokasi di SCBD Jakarta yang ditargetkan dapat selesai pada Juni 2021. Selain itu, rencana pembukaan gerai di Senayan Park sudah masuk tahap finalisasi kontrak, dan gerai ditargetkan akan dibuka pada bulan September 2021. Rencana selanjutnya pembukaan gerai di PIK (Pantai Indah Kapuk), yang sudah masuk dalam proses negosiasi dalam kontrak sewa. Kami optimis dapat memenuhi target penjualan di tahun ini dengan memproyeksikan pengembangan gerai kami. Kami pastikan seluruh rencana dapat terealisasi sesuai target perusahaan. Kami juga yakin sektor F&B (Food & Beverage) akan terus tumbuh seiring pertumbuhan perkonomian Indonesia di tahun 2021.” paparnya dikutip dari keterangan tertulisnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 berada pada kisaran 4,1, persen hingga 5,1 persen. Menurut Bank Indonesia, perekonomian Indonesia saat ini berada dalam tren perbaikan.

“Tren perbaikan perekonomian Indonesia tentunya akan berdampak positif bagi para pelaku usaha di berbagai sektor, tak terkecuali sektor F&B. Momentum perbaikan ekonomi ini harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk melakukan pengembangan usahanya, dengan melakukan adaptasi yang sesuai dengan kondisi setelah pandemi. Seperti halnya Lucy in The Sky, sebelum adanya pandemi covid-19, Lucy sudah menghadirkan restoran dengan konsep outdoor, yang merupakan pertama di Indonesia. Untuk itu, rencana pengembangan ekspansi bisnis perusahaan tetap mengadopsi konsep yang sudah dimiliki sebelumnya dengan ditambahkan perubahan dalam peningkatan protokol kesehatan.” ujar Ratna.

Industri F&B diprediksi akan mengalami pertumbuhan positif di tahun 2021. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) memproyeksi industri F&B dapat tumbuh 5 persen  hingga 7 persen di tahun 2021.

“Kondisi perekonomian masa pandemi saat ini telah masuk pada tahap pemulihan ekonomi. Dengan hadirnya vaksin diharapkan dapat memberikan angin segar bagi para pelaku usaha di sektor F&B untuk pulih dan mengembangkan perusahaannya. Begitupun Lucy in The Sky, sebagai pionir outdoor restoran di Indonesia memiliki berbagai rencana pengembangan perusahaan yang matang untuk menjawab tantangan di industri F&B, dan entertainment di Indonesia. Kami meyakini, industri F&B tidak hanya pulih, namun mampu tumbuh pesat dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia.” tutup Ratna.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

restoran wulan guritno
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top