Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral di TikTok, Ini Bahaya dari Tren Madu Beku

Batas jumlah harian konsumsi madu adalah 1 sdt hingga sendok makan per hari, tidak lebih.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 06 Agustus 2021  |  17:39 WIB
Madu.  - Madurasa
Madu. - Madurasa

Bisnis.com, JAKARTA — Tren dan tantangan aneh mengenai makanan terus menarik perhatian orang pengguna media sosial. Kini viral tantangan membuat madu beku meramaikan jagat maya.

Banyak pengguna TikTok yang membuat konten madu beku dengan menggunakan keterangan tagar #frozenhoney dan #FrozenHoneyChallenge.

Dalam video tantangan tersebut, madu dimasukkan ke dalam botol, lalu di buat menjadi beku dengan di letakan di freezer kulkas.

Kemudian setelah di diamkan beberapa jam, madu beku di santap seperti permen atau es loli.

Namun dibalik fenomena tersebut, ternyata ada bahaya yang mengintai.

Apalagi, mengonsumsi madu dalam jumlah besar tidak disarankan.

Saat madu menjadi beku, gula alami dalam madu mengikat bersama dan mulai membentuk kristal kecil yang menjadi madu beku.

Dilansir dari indianexpress, Jumat (6/8/2021) Kepala departemen-diet, Rumah Sakit Bhatia Mumbai, Dr Pooja Thacker, madu beku atau madu mentah yang disimpan di lemari es bersuhu 50 derajat Fahrenheit tidak aman.

“Madu yang tidak diolah memiliki spora dan bakteri clostridium botulinum yang dapat menyebabkan gangguan saraf, dan penyakit pencernaan. Tidak direkomendasikan untuk pasien diabetes dan intoleransi fruktosa,” katanya.

Praktisi Ayurveda Dr Dixa Bhavsar menambahkan bahwa madu hanya boleh dikonsumsi dalam jumlah kecil, dan pada suhu kamar.

Makan madu dalam jumlah besar tidak ideal. Menurutnya, madu rasanya manis dan astringen.

“Madu bersifat kering (ruksha) yang berarti meningkatkan vata dosha ataubmasalah yang berhubungan dengan vata, yaitu kembung, sembelit, nyeri sendi dan lainnya bila dikonsumsi secara berlebihan,” jelas Dr Bhavsar.

Madu juga merupakan gula dalam bentuk lain. Jadi, jika kelebihan dapat menyebabkan sakit kepala, sakit perut, dan dalam beberapa kasus, diare dan atau kembung.

Dr Bhavsar mengatakan jika batas jumlah harian konsumsi madu adalah 1 sdt hingga sendok makan per hari, tidak lebih.

Pada madu beku, madu menjadi butiran dan ketika mengkonsumsinya sebagai es loli, jumlah yang di konsumsi jauh lebih dari 1 sendok teh atau sendok makan. Itu dapat menyebabkan masalah usus, diare, gula tinggi hingga kembung dan gangguan kulit.

Dia juga menunjukkan bahwa dalam keadaan beku, bahkan dalam jumlah kecil juga dapat berdampak negatif terhadap gula darah, kolesterol, sensitivitas insulin, obesitas, dan lebih banyak masalah.

Ayurveda menyarankan untuk mengonsumsi madu pada suhu kamar. Itulah cara terbaik untuk mengonsumsi dan mendapatkan manfaat maksimal darinya. Ketika mengkonsumsi sesuatu dalam keadaan alami, itu pasti memberi hasil yang lebih baik dan lebih cepat karena mudah dicerna dan tidak diproses.

"Pemrosesan lebih seperti mengganggu keadaan alaminya yang dapat membahayakan,"kata Dr Bhavsar.

Dr Navneet Kaur, dokter umum, Apollo Spectra Nehru Enclave, Delhi, menyatakan jika tren tersebut terlihat berbahaya karena seseorang bisa mengalami diare, kram perut, kembung, mual, dan bahkan mual.
dan pastinya tren itu merusak gigi.

"Jangan mengikuti tren apa pun secara membabi buta. Tidak apa-apa untuk melewatkan beberapa tren yang bisa berbahaya bagi kesehatan Anda. Jika Anda ingin melakukan hal seperti ini, tanyakan saja pada ahlinya tentang cara ideal untuk melakukannya. Tren tertentu bisa berisiko. Jadi berhati-hatilah dan waspada sebelum menjadi mangsa mereka,” kata Dr Kaur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

madu TikTok
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top