Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Baik, Vaksin HIV Berbasis mRNA akan Mulai Diuji Coba pada Manusia

Dengan memanfaatkan sistem mRNA Moderna, para peneliti bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas jenis sel dan antibodi yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap vaksin. Apakah itu akan membuat perbedaan, masih perlu untuk dilihat dan ditinjau lebih jauh lagi.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 18 Agustus 2021  |  10:34 WIB
HIV/AIDS - Antara
HIV/AIDS - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Menurut sebuah postingan terbaru di pendaftaran uji klinis  Nasional National Institutes of Health, dua vaksin HIV berbasis mRNA Moderna dapat memulai uji coba pada manusia pekan ini.
 
Studi Fase I akan menguji keamanan vaksin, serta mengumpulkan data dasar tentang apakah vaksin tersebut menginduksi jenis kekebalan apa pun, tetapi masih perlu melalui Fase II dan III untuk melihat seberapa efektif vaksin tersebut, melansir Popular Science, Rabu (18/8/2021).
 
Vaksin ini didasarkan pada teknologi yang sama dengan vaksin Covid-19 Moderna. Untaian mRNA dalam vaksin memasuki sel manusia, memberi mereka kode untuk membuat potongan-potongan kecil protein yang sama yang berada di bagian luar virus.

Protein-protein itu kemudian bertindak seperti boneka uji untuk dikenali oleh sistem kekebalan kita, sehingga sel-sel kekebalan di masa depan dapat mengidentifikasi dan menetralisir virus yang sebenarnya. Prosesnya bekerja sangat baik melawan SARS-CoV-2, dan ada harapan bahwa itu juga bekerja dengan HIV.
 
Meski HIV sudah lama menjadi penyakit mematikan dan menular, namun sampai hari ini vaksin HIV belum bisa dikembangkan dan diaplikasikan secara maksimal. sebagian karena virus mengintegrasikan dirinya ke dalam genom manusia dengan cepat, dalam 72 jam setelah penularan, sehingga menghasilkan infeksi yang tidak dapat diubah. Ini berarti “antibodi penetralisir pelindung tingkat tinggi harus ada pada saat penularan untuk sepenuhnya mencegah infeksi,” menurut makalah ulasan pada bulan Juli di Nature Review Immunology.
 
Banyak orang yang terinfeksi HIV tidak mengembangkan tingkat antibodi tersebut, apalagi orang yang terpapar berbagai upaya vaksin selama beberapa dekade. Tetapi harapannya adalah bahwa vaksin mRNA dapat bekerja dimana kandidat lain telah gagal.
 
Inisiatif Vaksin AIDS Internasional dan Penelitian Scripps sebelumnya telah menguji komponen suntikan mRNA eksperimental menggunakan sistem vaksin non-mRNA. Uji coba Fase I itu menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan 97 persen peserta mengembangkan semacam tanggapan kekebalan, meskipun bukan tanggapan penuh yang diperlukan untuk menangkis infeksi HIV.
 
Dengan memanfaatkan sistem mRNA Moderna, para peneliti bertujuan untuk meningkatkan dan memperluas jenis sel dan antibodi yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap vaksin. Apakah itu akan membuat perbedaan, masih perlu untuk dilihat dan ditinjau lebih jauh lagi. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin hiv/aids moderna
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top