Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengapa Usia Muda Makin Banyak Menderita Serangan Jantung?

Kelompok usia muda semakin banyak melaporkan serangan jantung. Stres adalah faktor utama penyebabnya.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 13 September 2021  |  16:34 WIB
Serangan jantung mendadak pada usia muda - ilustrasi
Serangan jantung mendadak pada usia muda - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Para ahli mengatakan bahwa peningkatan aktivitas fisik dan stres bisa menambah risiko serangan jantung pada usia muda.

Direktur dan Konsultan Senior, Kardiologi di Rumah Sakit Superspesialis Dharamshila Narayana, Dr Anand Kumar Pandey mengatakan bahwa umumnya masalah jantung dianggap terkait dengan obesitas, usia tua atau gaya hidup yang tidak sehat. Tetapi faktanya, usia muda yang sehat juga dapat menderita serangan jantung.

"Kita tidak akan pernah memiliki pengetahuan tentang gaya hidup seseorang, yang meliputi jadwal yang padat, dan stres. Mereka juga sangat berkaitan dengan kesehatan jantung," tambahnya.

Selain itu, para ahli mencatat bahwa stres adalah faktor utama yang berkaitan dengan masalah jantung.

"Kadar kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan di arteri, melebihi kapasitas tubuh untuk berolahraga atau berolahraga memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah, dan kondisi yang sama berpotensi menyebabkan serangan jantung," jelasnya seperti dikutip dari Medindia, Senin (13/9/2021).

Lebih lanjut, para ahli mencatat bahwa kaum muda tidak lagi melakukan pemeriksaan dua tahunan atau tahunan dan inilah yang menyebabkan mereka tidak tahu apa yang terjadi di dalam tubuh.

"Kadang-kadang, Anda tidak merasakan tanda-tanda peringatan. Tetapi satu hal yang perlu diperhatikan adalah jika Anda mengalami sesak napas dan dada, lengan, atau rahang tidak nyaman saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik," kata Ketua Fortis Heart and Vascular Institute, Dr T.S. Kler.

Selain itu, infeksi Covid-19 serta efek jangka panjangnya juga diketahui memengaruhi kesehatan jantung.

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Blood mengatakan bahwa respon antibodi abnormal dapat meningkatkan risiko pembekuan darah pada pasien Covid-19 yang mengakibatkan serangan jantung dan stroke.

“Pada masa sekarang, infeksi Covid-19 juga dapat memperburuk masalah jantung pada pasien jantung, bahkan pada pasien pasca-Covid masalah jantung yang paling banyak terlihat,” jelas Pandey.

Para ahli menambahkan bahwa kecenderungan genetik atau riwayat keluarga juga menjadi faktor seseorang menderita serangan jantung.

"Jika Anda memiliki riwayat keluarga penyakit jantung dan berusia di atas 25 tahun. Misalnya, jika seseorang memiliki saudara laki-laki yang meninggal pada usia 35 tahun karena serangan jantung, sangat penting untuk memulainya,” jelas Kler.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jantung penyakit jantung stres
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top