Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

4 Film Indonesia Ini Masuk Seleksi Festival Film Busan 2021

Dua film masuk ke program Wide Angle, lalu sisanya masuk ke program A Window on Asian Cinema dan New Currents.
1

Tiga Film Lainnya

Busan Film Festival
Busan Film Festival
Bagikan

2. Laut Memanggilku
Film pendek garapan Tumpal Tampubolon ini terseleksi masuk ke kompetisi film pendek di BIFF dalam program Wide Angle. Ia berangkat dari rasa kehilangan dan berkisah tentang kerinduan yang dirasakan oleh seorang anak kecil.

"Melalui film ini saya memikirkan ulang makna dari sentuhan, bagaimana selama ini sentuhan dari orang-orang dan makhluk hidup lainnya, telah membentuk, merawat, mengobati, dan menemani saya. Saya belajar bahwa saya tidak sendirian,” kata Tumpal kepada Tempo.

3. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Film yang disutradari oleh Edwin ini merupakan adaptasi dari novel Eka Kurniawan dengan judul yang sama. Sebelumnya film ini telah berhasil meraih Golden Leopard di Locarno International Film Festival pada Agustus lalu. Pada kompetisi BIFF ia terseleksi masuk ke program A Window on Asian Cinema.

Adapun Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas sendiri berkisah tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati, namun mengalami impoten. Diketahui, film ini dibintangi oleh Ladya Cheryl, Marthino Lio, Reza Rahadian, Ratu Felisha, dan Sal Priadi.

4. Yuni
Film besutan sutradara Kamila Andini ini sebelumnya telah terpilih untuk berkompetisi di Toronto International Film Festival yang diadakan September ini. Kisah film tersebut terinspirasi dari karya Sapardi Djoko Damono berjudul Hujan di Bulan Juni, hujan yang jatuh di musim yang tidak tepat. Sama dengan Seperti Dendam, Yuni juga terseleksi masuk ke program A Window on Asian Cinema.

"Saya membangun karakter Yuni sebagai seorang remaja yang dipaksa untuk dewasa tidak pada waktunya. Seorang remaja yang penuh mimpi, dengan media sosial saat ini yang menunjukkan dunia ada di genggamannya, tetapi yang harus dipikirkannya adalah menghadapi lamaran dan menikah. Saya mendengar begitu banyak cerita tentang gadis remaja yang punya potensi dan prestasi tapi harus gagal karena pernikahan, dan saya merasa perlu untuk membicarakan isu ini," kata Kamila, dikutip dari Tempo.

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film festival film
Editor : Aliftya Amarilisya
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top