Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ditemukan, Tes yang dapat Mendeteksi Alzheimer 18 Tahun Lebih Awal

Meskipun bertambahnya usia menjadi faktor risiko terbesar untuk demensia, bukti menunjukkan ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi risiko Anda sendiri. Ini termasuk tetap aktif, mengonsumsi makanan sehat dan melatih pikiran Anda.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 24 September 2021  |  16:26 WIB
Ilustrasi demesia - usdoj.gov
Ilustrasi demesia - usdoj.gov

Bisnis.com, JAKARTA – Demensia merupakan kondisi yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat hingga menurunnya kemampuan berpikir.

Hingga saat ini, belum ada obat untuk demensia tetapi sebuah penelitian telah membuat terobosan besar dalam mendeteksinya lebih awal.  Hal ini tentu sangat penting karena intervensi dini memberikan waktu untuk kita agar dapat meningkatkan pertahanan otak terhadap efek terburuk dari penurunan fungsi otak.
 
Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 2.000 orang menunjukkan bahwa tes memori dan pemikiran dapat mengungkapkan perbedaan pada orang yang terus mengembangkan penyakit Alzheimer (yang merupakan mayoritas kasus demensia) hingga 18 tahun sebelum diagnosis.
 
Melansir Express, Jumat (24/9/2021), berdasarkan tes yang diselesaikan 13 hingga 18 tahun sebelum penelitian berakhir, skor yang lebih rendah dalam tes kognitif dikaitkan dengan 85 persen lebih besar risiko demensia di masa depan. Ini menunjukkan bahwa perkembangan penyakit Alzheimer mungkin mulai bertahun-tahun lebih awal dari yang diharapkan sebelum gejala dikenali.
 
“Penelitian ini menunjukkan bahwa mungkin ada indikasi halus penyakit Alzheimer dalam pemikiran dan ingatan selama 18 tahun sebelum diagnosis formal dapat dilakukan,” kata Dr Doug Brown, Direktur Penelitian dan Pengembangan di Alzheimer’s Society.
 
Menurutnya, ini bisa berarti ada peluang panjang untuk pengobatan dimana suatu hari kita dapat menghentikan atau memperlambat demensia.
 
“Meskipun tes ini tidak dapat secara akurat memprediksi siapa yang akan mengembangkan demensia, tes ini berpotensi digunakan untuk mengidentifikasi orang yang berisiko lebih tinggi,” ungkapnya.
 
Meskipun bertambahnya usia menjadi faktor risiko terbesar untuk demensia, bukti menunjukkan ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi risiko Anda sendiri. Ini termasuk tetap aktif, mengonsumsi makanan sehat dan melatih pikiran Anda.
 
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa diet dapat memengaruhi risiko Anda terkena demensia. Salah satunya adalah Diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay), yang bertujuan untuk membantu mencegah dan memperlambat hilangnya fungsi otak terkait usia.
 
Diet MIND adalah kombinasi dari dua diet, yakni diet Mediterania dan diet DASH. Kedua diet tersebut didukung oleh banyak penelitian karena keduanya dapat membantu kesehatan jantung Anda. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa diet tersebut dapat berkontribusi pada tingkat penurunan mental.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat deteksi Demensia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top