Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terjadi Perubahan pada Kuku, Indera Perasa dan Kulit Tanda Anemia Defisiensi Besi

Kondisi ini dikenal dengan anemia defisiensi besi, salah satu jenis anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 11 November 2021  |  14:51 WIB
Ilustrasi sel darah merah - Istimewa
Ilustrasi sel darah merah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
 
Apabila kadar zat besi yang dibutuhkan tidak mencukupi, sel darah merah tidak dapat secara efektif membawa oksigen ke jaringan tubuh.  Akibatnya, pasokan oksigen di dalam darah berkurang dan tubuh tidak mendapat cukup oksigen. Hal ini dapat menyebabkan seseorang menjadi lemas, mudah lelah, sesak napas hingga detak jantung berdebar-debar atau berdetak lebih cepat.
 
Kondisi ini dikenal dengan anemia defisiensi besi, salah satu jenis anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi.
 
Melansir Express, Kamis (11/11/2021), beberapa orang yang mengalami kondisi ini mungkin memiliki kulit yang pucat. Anda mungkin juga mengalami sakit kepala, merasa gatal, rambut rontok, kesulitan menelan, dan luka terbuka yang menyakitkan di sudut mulut Anda. Perubahan indera perasa dan kuku yang berbentuk sendok merupakan gejala lain yang kurang umum terjadi.
 
Wanita yang kehilangan banyak darah selama periode bulanan mereka berisiko lebih tinggi mengalami anemia defisiensi besi. Wanita hamil juga lebih rentan mengalami kondisi ini karena mereka membutuhkan zat besi dua kali lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan bayi mereka.
 
Jika anemia defisiensi besi tidak segera diobati, Anda mungkin lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi karena kekurangan zat besi memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, pastikan agar zat besi di dalam tubuh Anda tercukupi.
 
NHS merekomendasikan untuk mengonsumsi suplemen zat besi 17 mg atau  kurang dalam sehari, dan Anda harus terus mengonsumsi dosis yang lebih tinggi jika disarankan oleh dokter Anda.
 
Sebagai panduan umum, NHS mengatakan, jumlah zat besi yang dibutuhkan pria di atas 18 tahun adalah 8,7 mg per hari, dan untuk wanita berusia 19 hingga 50 tahun adalah 14,8 mg per hari. Sedangkan, jumlah zat besi yang dibutuhkan wanita di atas 50 tahun adalah 8,7 mg per hari.
 
Selain memenuhi asupan zat besi melalui suplemen, Anda bisa mendapatkan zat besi dari makanan yang Anda makan. Makanan yang kaya sumber zat besi termasuk daging merah, kuning telur, hati, kacang merah, edamame dan susu. Selain itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda dapat menambahkan makanan atau minuman yang mengandung vitamin C karena vitamin C dapat meningkatkan proses penyerapan zat besi. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suplemen kesehatan anemia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top