Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandemi Bikin Bisnis Penjualan Hand Sanitizer Naik Signifikan

Membawa hand sanitizer adalah sebuah lifestyle kebiasaan baru yang muncul sebagai upaya mencegah terpaparnya tubuh dari virus tersebut tatkala berada di luar rumah. 
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 08 Desember 2021  |  12:02 WIB
Membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.  - ANTARA
Membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Situasi pandemi akibat virus Covid-19 selama dua tahun ini telah membiasakan masyarakat Indonesia untuk menjaga pola hidup bersih.

Membawa hand sanitizer adalah sebuah lifestyle kebiasaan baru yang muncul sebagai upaya mencegah terpaparnya tubuh dari virus tersebut tatkala berada di luar rumah. 

Dr. Amanda Rahmania selaku praktisi kesehatan di Jakarta juga menuturkan bahwa dalam memilih produk pembersih tangan, sangat penting melihat kandungan yang baik dalam produk hand sanitazer yang kita gunakan sehari- hari. Selain tentunya juga tidak lupa untuk memakai masker serta mencuci tangan berulang kali baik dirumah maupun saat kita beraktivitas diluar.

“Hand sanitizer yang menjadi sahabat keseharian kita di era new-normal, harus dapat melindungi dari virus dan bakteri dan sebaiknya memiliki kandungan yang aman, sehingga bisa digunakan ke peralatan makan dan mainan anak. Juga harus memperhatikan kandungannya seperti varian alkoholnya dan ada bahan aktif anti-microbial yang efektif membunuh kuman dan secara klinis harus ramah lingkungan. Apalagi dengan adanya pandemi corona dan varian terbarunya sekarang ini, masyarakat perlu sangat ekstra menjaga dirinya salah satunya dengan membawa hand sanitezer yang mudah dibawa kemana-mana, langkah ini sekaligus mereduksi kuman dan virus yang tidak kasat mata tersebut agar tidak mudah masuk kedalam tubuh kita,”papar Dr. Amanda Rahmania.

Selain masker kesehatan, produk hand sanitizer menjadi komoditi yang banyak dicari publik. Hal ini membuat industri tersebut tumbuh gemilang selama pandemi. Menurut data Kementerian Kesehatan, terlihat peningkatan signifikan jumlah produsen alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer, thermometer dari awal kasus COVID-19 sekitar Februari 2020 sampai dengan tanggal 21 September 2020.

Tingginya kebutuhan akan hand sanitizer itu, yang membuat bisnis di industri produk penunjang kesehatan ini tumbuh subur.

Bahkan produsen hand sanitizer jumlahnya meroket dari 45 menjadi 475 industri atau terjadi peningkatan 955 persen.

Head Of Marketing PT. Radika Inovasi Indonesia, salah satu produk hand sanitizer, Farah Fauziah mengungkapkan, pentingnya memproteksi guna mencegah kuman yang bisa menyebabkan berbagai virus penyakit yang bisa masuk kedalam tubuh kita, salah satu upayanya yakni dengan menggunakan hand sanitezer.

“Menggunakan hand sanitizer merupakan langkah proteksi yang ampuh dalam menangkal berbagai virus penyakit serta kuman virus corona, terlebih lagi dalam bentuk aerosol spray seperti Rip It karena lebih merata dan efektif. Selain itu nyaman karena tidak lengket di tangan. Disamping tentunya kita harus menjaga imun tubuh kita agar tetap fit dan menerapkan prokes yang ketat,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Dia memaparkan, produknya juga dapat digunakan pada permukaan seperti meja, kursi, mainan anak, alat makan dan juga udara. Dia memaparkan Rip It diformulasikan secara klinikal dengan bahan aktif anti-microbial yang efektif membunuh 99.99% virus dan bakteri dalam waktu singkat dengan aroma mint yang menyegarkan.

"Meskipun berbentuk aerosol, semua produk Rip It adalah produk ramah lingkungan tanpa kandungan CFCs yang dapat merusak ozon. Dengan formulasi yang aman, Rip It telah diuji di laboraturium terpercaya dan sudah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hand sanitizer pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top