Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Catat Bunda! Efek Samping Vaksinasi Covid-19 yang Perlu Diperhatikan pada Anak

Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia menjelaskan gejala yang timbul setelah vaksin biasanya bukan disebabkan oleh vaksin itu sendiri tetapi karena efek stres terkait vaksin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Desember 2021  |  18:55 WIB
Siswa SD di DKI Jakarta selesai mendapat vaksinasi anak usia 6-11 tahun - Antara
Siswa SD di DKI Jakarta selesai mendapat vaksinasi anak usia 6-11 tahun - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Mei Neni Sitaresmi, Ph.D Sp.A(K) mengatakan sebagian anak yang divaksin Covid-19 mengalami efek samping setelah vaksin namun biasanya hanya berupa gejala-gejala ringan.

"Orang tua harus tahu, apa kemungkinan yang muncul setelah diberikan vaksin. Seperti vaksin yang lain, mungkin setelah itu anaknya lemas, nyeri otot seperti flu, kemudian demam, mungkin mual, tapi biasanya ringan dan 1-2 hari dia akan baik dengan istirahat, minum yang cukup," katanya, mengutip Antara, Jumat (24/12/2021)

Ia meminta orang tua untuk tidak langsung memberikan obat parasetamol jika tidak ada efek samping yang muncul.

Efek samping lain, kata dia, di antaranya nyeri di tempat suntik vaksin.

"Mungkin tempat suntikannya bengkak, nyeri, ya itu biasa ya," katanya.

Meskipun demikian pihaknya menjelaskan gejala yang timbul setelah vaksin biasanya bukan disebabkan oleh vaksin itu sendiri tetapi karena efek stres terkait vaksin.

"Yang cukup banyak adalah immunization stress related response, jadi dia bukan karena vaksinnya, tetapi karena proses disuntiknya," katanya.

Oleh karena itu, untuk meminimalkan terjadinya efek samping tersebut, orang tua perlu mempersiapkan anak sebelum divaksinasi dan mengikuti proses skrining dengan jujur.

"Ini bisa dicegah dan harus bisa dicegah, tentunya dengan skrining yang baik. Oleh karena itu orang tua harus jujur pada waktu dilakukan skrining," katanya.

Pihaknya menjelaskan sampai saat ini vaksin yang direkomendasikan mendapat registrasi adalah vaksin Sinovac yang diberikan kepada anak usia 6-11 tahun sebanyak dua kali dengan jarak 1 bulan dan dilakukan di sekolah dan fasilitas kesehatan.

Jika anak sedang mendapat vaksin lain, maka pemberian vaksin Covid-19 dilakukan minimal 14 hari setelah pemberian vaksin lain tersebut. 

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Protokol Pencegahan Covid-19 Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru

Sumber : Antara

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top