Ilustrasi/Progressivesucces
Relationship

Studi: Suhu Kantor yang Terlalu Dingin Pengaruhi Kinerja Kerja, Khususnya pada Wanita

Ni Luh Anggela
Rabu, 29 Desember 2021 - 13:03
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wanita cenderung merasa terlalu dingin di kantor dan lebih mungkin melaporkan bahwa suhu kantor memengaruhi kinerja mereka di tempat kerja, menurut survei dan analisis data Twitter yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports.

Rasa tidak nyaman terhadap suhu merupakan salah satu sumber keluhan paling umum di lingkungan perkantoran. Secara khusus, penelitian menunjukkan bahwa suhu kantor yang terlalu dingin sering menjadi masalah, terutama bagi wanita, yang membuat mereka menjadi tidak nyaman selama bekerja.

Penulis studi Thomas Parkinson dan timnya mencatat bahwa hanya ada sedikit penelitian tentang alasan mengapa kantor cenderung diatur pada suhu yang kurang nyaman bagi wanita. Dengan mempertimbangkan pertanyaan ini, para peneliti menganalisis dua kumpulan data besar pekerja kantoran di AS.

Melansir PsyPost, Rabu (29/12/2021), pertama Parkinson bersama timnya menganalisis temuan survei dari CBE Occupant Survey, kuesioner online yang menilai kepuasan pekerja dengan lingkungan fisik tempat kerja mereka. Di sini, peneliti berfokus pada jawaban atas item yang berkaitan dengan kepuasan terhadap suhu di kantor, yang mencakup 38.851 tanggapan dari 435 gedung perkantoran yang terletak di 168 kota di AS.

Secara keseluruhan, 38 persen responden survei tidak puas dengan suhu di kantor mereka dan hampir dua per tiganya adalah wanita. Responden yang mengatakan mereka tidak puas selanjutnya diminta untuk mengevaluasi suhu secara terpisah untuk musim panas dan musim dingin. Sebagian besar responden ini memilih 'terlalu dingin' untuk kedua musim tersebut.

Wanita tampaknya lebih mudah terserang flu sepanjang tahun ini dengan 76 persen laporan flu berlebihan di musim panas berasal dari wanita. Selain itu, 44 persen pria merasa bahwa suhu di kantor mereka mampu meningkatkan kinerja mereka dibandingkan dengan hanya 31 persen wanita. Akan tetapi, 42 persen wanita mengatakan bahwa suhu yang terlalu dingin justru menghambat kinerja mereka.

Nah untuk memperluas penelitian ini, peneliti kemudian beralih ke data Twitter. Mereka mencari tweet dari penduduk AS yang menyertakan salah satu kunci ‘membeku’ atau ‘dingin’ di samping ‘kantor’, ‘meja’ atau ‘bangunan’. Setidaknya mereka menemukan 16.791 tweet yang diposting antara 2010 dan 2019 yang dianggap membahas rasa tidak nyaman terhadap suhu di kantor yang terlalu dingin di kantor.

Meskipun sekitar 55 persen pengguna Twitter adalah wanita, 66 persen dari tweet dingin di kantor ini ditulis oleh wanita. Ini tentu saja menunjukkan bahwa wanita cenderung merasa suhu di kantor terlalu dingin. Sementara itu, pria cenderung men-tweet lebih banyak tentang kedinginan di tempat kerja selama musim dingin, sedangkan wanita lebih banyak men-tweet hal tersebut di musim panas.

Para peneliti kemudian mencocokkan setiap tweet dengan suhu rata-rata pada hari diposting, berdasarkan lokasinya. Mereka menemukan bahwa ketika suhu meningkat, kemungkinan tweet mengenai kantor yang dingin dari akun wanita meningkat. Mereka juga menemukan bahwa orang-orang dari Selatan AS, menyumbang sebagian besar tweet tentang pendinginan yang berlebih dalam suhu hangat, yang mungkin menunjukkan bahwa iklim ini memiliki masalah khusus dengan pendinginan berlebihan karena persyaratan dehumidifikasi.

Sementara itu, di daerah dengan musim panas dan dingin seperti Midwest, tweet mengenai kantor yang dingin sudah menjadi hal yang biasa, terlepas dari apakah suhu lokal hangat atau dingin.

Menurut Parkinson dan timnya, hasil ini menunjukkan bahwa meskipun fenomena pendinginan sedikit berbeda dengan iklim, suhu dalam ruangan yang terlalu dingin secara konsisten memengaruhi kepuasan termal wanita.

Mereka juga menyoroti bahwa pendinginan yang berlebihan di kantor merupakan pemborosan energi besar-besaran yang tidak hanya berkontribusi pada gas rumah kaca tetapi juga menghabiskan miliaran dolar per tahun di AS.

Berdasarkan penelitian saat ini, pendinginan yang berlebihan juga memberikan dampak negatif terhadap kemampuan wanita untuk fokus di tempat kerja. Meskipun masih belum jelas mengapa suhu di kantor terlalu dingin, para peneliti mengatakan bahwa thermostat biasanya diatur di bawah tingkat kenyamanan suhu yang ‘mendukung preferensi termal pria’ dan sistem pemanas, ventilasi, serta pendingin udara (HVAC) sering kali tidak dikonfigurasi dengan benar.

Penulis : Ni Luh Anggela
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro