Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gejala Varian Omicron pada Kulit, Kuku, dan Bibir

Simak gejala varian Omicron pada kulit, kuku, dan bibir. Selain anosmia dan demam.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  15:00 WIB
Ilustrasi pria mengalami gejala Covid-19 varian Omicron - Freepik
Ilustrasi pria mengalami gejala Covid-19 varian Omicron - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Covid-19 varian Omicron telah mengambil alih sebagian dunia hanya dalam kurun waktu satu bulan. Simak gejala varian Omicron pada kulit, kuku, dan bibir.

Menjaga diri dan edukasi dini mengenai gejala umum dan tidak, dapat mencegah hal-hal yang tidak dinginkan.

Banyak gejala yang mungkin tidak kita sadari, selain anosmia atau sesak napas. Gejala Covid-19 umum yang ditunjukkan pada varian asli dan mutasi dari Covid-19 antara lain, pilek, sakit kepala, demam tinggi, sakit tenggorokan, serta anosmia atau kehilangan indra penciuman dan perasa.

Menurut Times of India pada Selasa (4/1/2021), dalam beberapa kasus, bahkan mungkin mengalami ruam pada kulit, konjungtivitis dan diare. Gejala dapat bervariasi dari orang ke orang dan kondisi kesehatan mereka.

Setelah mengetahui gejala umum yang mengindikasikan Covid-19, kapan Anda harus pergi ke rumah sakit?

Efek sulit napas dan sesak menyebabkan tingkat saturasi oksigen yang rendah. Hal tersebut memerlukan perawatan yang lebih professional dari para ahli.

Selain itu, perubahan warna pada kulit, kuku, dan bibir menjadi tanda kondisi serius lainnya. Perubahan warna pada alas kuku menjadi pucat, abu-abu, atau biru perlu diperhatikan. Meskipun perubahan warna berbeda tergantung warna kulit seseorang, perubahan tersebut jangan dianggap enteng karena bisa jadi masalah serius.

Mengapa Perubahan Warna?

Perubahan warna kuku yang juga disebut sebagai kuku Covid-19 atau garis Beau adalah salah satu gejala yang ditunjukkan selama terinfeksi. Dalam hal ini, kuku menunjukkan penyok atau tonjolan yang memanjang secara horizontal. Perubahan warna kulit dan kuku bisa karena sianosis, yang biasanya terjadi karena kekurangan oksigen.

Ketika sel darah merah tidak memiliki cukup oksigen, warnanya berubah menjadi merah kebiruan gelap. Ini adalah keadaan darurat medis dan tidak boleh dianggap enteng.

Jika perubahan warna kulit disertai dengan gejala lain seperti kesulitan bernapas atau nyeri di dada, seseorang harus segera menghubungi dokter. Perubahan warna ini terkait dengan Covid-19, tetapi bisa juga karena kondisi lain seperti penyakit paru-paru atau jantung atau pembekuan darah.

Dalam kasus yang jarang terjadi, perubahan warna juga dapat muncul tanpa gejala lain. Dalam kondisi apa pun, yang terbaik adalah tidak menganggap enteng gejalanya.

Tetap lindungi diri meskipun sudah menerima vaksin lengkap. Pakai masker, jaga jarak dan jaga kebersihan. Jika Anda menyaksikan gejala apa pun yang terkait dengan Covid-19, segera isolasi diri Anda dan lakukan tes.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 gejala covid-19 omicron
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top