Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Orang Tanpa Gejala Covid Tidak Menular, Benarkah?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RA Adaninggar menuturkan, satu dari lima orang yang terinfeksi tidak menimbulkan gejala dan tetap bisa menulari orang lain meskipun risikonya lebih rendah dibandingkan orang dengan gejala.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 19 Januari 2022  |  19:08 WIB
Ilustrasi pria mengalami gejala Covid-19 varian Omicron - Freepik
Ilustrasi pria mengalami gejala Covid-19 varian Omicron - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Pada saat seseorang terkena penyakit, biasanya akan ada gejala-gejala yang menyertainya. Akan tetapi, selalu ada fenomena tidak bergejala namun bisa menularkan. Sebab gejala itu tergantung pada interaksi antara imun tubuh dengan kuman penyebab infeksi, dan ini bukanlah hal yang baru.

Berdasarkan data-data ilmiah terbaru, pada Covid varian Delta juga tetap konsisten menunjukkan bahwa orang-orang yang terinfeksi tanpa gejala ini memiliki viral load yang relatif sama dengan orang yang bergejala, sehingga masih bisa menulari orang lain. Akan tetapi, risiko penularannya lebih rendah bila dibandingkan dengan orang yang bergejala karena sistem imunnya dapat dengan cepat membersihkan virus.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RA Adaninggar menuturkan, satu dari lima orang yang terinfeksi tidak menimbulkan gejala dan tetap bisa menulari orang lain meskipun risikonya lebih rendah dibandingkan orang dengan gejala.

“Prevalensi orang tanpa gejala sekitar 17 persen, sebagian baru muncul gejala setelah masa kontak erat di atas 7 hari,” kata Ning, mengutip akun Instagramnya, Rabu (19/1/2022).

Sementara, risiko orang tanpa gejala menularkan 42 persen lebih rendah dibandingkan orang dengan gejala dan risiko penularan ke anggota keluarganya adalah seperempat risiko penularan dari orang yang bergejala.

“Meskipun risiko penularan lebih rendah, namun karena banyaknya orang tanpa gejala berbaur di masyarakat, ini justru akan bisa menyebabkan penularan massif yang sulit dikendalikan,” ungkap dokter yang juga aktif menyuarakan tentang Covid-19 ini.

Lebih lanjut dia menjelaskan, viral load di tenggorokan dan hidung orang yang terinfeksi tanpa gejala ditemukan sama dengan yang bergejala, namun pembersihan virus lebih cepat dan masa infeksi juga lebih pendek. Walaupun sistem imun pada orang tidak bergejala lebih cepat menetralisir virus, namun bukan berarti orang-orang ini akan memiliki respon imun yang kuat dan lama, karena kasus reinfeksi justru banyak terjadi pada orang-orang yang tidak bergejala sebelumnya.

Kondisi orang tidak bergejala ini ditemukan pada sekitar 0,25 persen dari orang yang di test, dan ditemukan pada 40 hingga 50 persen dari populasi orang yang terkonfirmasi Covid.

“Ini pentingnya tetap memakai masker dan test swab bila bergejala atau kontak erat, meskipun sudah divaksin,” katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang tanpa gejala (otg) omicron
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top