Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nomor 1 di Netflix, All of Us Are Dead Dikitrik karena Adegan Kekerasan Seksual

Serial asal Korea Selatan All of Us Are Dead mendapat sorotan netizen setelah sisipkan adegan kekerasan seksual pelajar di episode pertama.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 30 Januari 2022  |  16:37 WIB
Serial All of Us Are Dead - netflix.
Serial All of Us Are Dead - netflix.

Bisnis.com, SOLO - Serial asal Korea Selatan, All of Us Are Dead, menjadi trending topik dan masuk jajaran 10 besar Netflix.

Di Indonesia sendiri, All of Us Ar Dead berhasil menduduki posisi nomor satu di deretan serial populer.

Serial ini bahkan menjadi trending topik di Twitter hingga hari ini, Minggu (30/1/2022).

All of Us Are Dead menceritakan tentang sebuah SMA di Korea Selatan yang terserang bawah zombie.

Para siswa yang ada di sekolah tersebut pun harus bertahan hidup dan menghindari serangan zombie.

Meskipun sukses menghibur penggemar, serial ini ternyata mendapat kritikan tajam dari netizen di awal penayangannya.

Seorang kritikus di SCMP mengatakan bahwa All of Us Are Dead memiliki alur yang membosankan.

Berbeda dengan Pierce Conran, Yotuuber Rama yang juga bagian dari Hollywood Critics Association memberikan nilai cukup bagus.

Ia mengapresasi serial All of Us Are Dead yang menyuguhkan masalah di masa kini.

Menurutnya, drama tersebut mampu membawa penonton masuk ke dalam masalah yang keji, kejam dan mendebarkan.

Di sisi lain, netizen turut memberikan respon terhadap alur All of Us Are Dead yang dinilai kontroversional.

Salah satu adegan di serial tersebut menampilkan bullying yang masuk ke dalam ranah kekerasan seksual.

Di episode pertama, seorang siswi menjadi korban bullying sekelompok murid laki-laki di sebuah gedung kosong.

Siswi tersebut dipaksa membuka seragamnya hingga videonya diancam untuk disebarkan.

Adegan setengah telanjang seorang siswi korban bullying itu pun mendapat sorotan tajam dari para penonton.

Pasalnya di dalam cerita tersebut para murid digambarkan menjadi anak-anak di bawah umur.

Kritikan semakin banyak dilayangkan saat netizen mengetahui bahwa cerita kekerasan seksual tersebut tak ada di dalam Webtoon.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

serial Netflix
Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top