Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

5 Jenis Kanker Paling Banyak Diderita Masyarakat di Dunia

Simak 5 jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat di dunia sepanjang 2020. Hindari selagi muda.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 02 Februari 2022  |  13:40 WIB
5 Jenis Kanker Paling Banyak Diderita Masyarakat di Dunia
Ilustrasi Kanker payudara - hindustantimes.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kanker merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Simak 5 jenis kanker yang paling banyak diderita warga dunia saat ini.

Berdasaran riset GLOBOCAN (Global Observatory Cancer) pada 2020, ada lima kanker terbanyak di dunia. Dimana kanker payudara menjadi kanker paling banyak memiliki jumlah kasus baru (16,6 persen), diikuti kanker serviks (9,2 persen), kanker paru (8,8 persen), kanker colorectum (8,6 persen), dan kanker liver (5,4 persen),

Plt. Direktur P2PTM Kebijakan Operasional Penanggulangan Kanker di Indonesia Elvieda Sariwati menilai jumlah kasus baru pada penyakit kanker di Indonesia cukup mengkhawatirkan.

"Secara kalau kita lihat populasi kita itu ada 273.523.621 penduduk maka, jumlah kasus baru itu ada 396.915 atau 5,4 persen. Jumlah kematiannya sekitar 234.511 kasus," kata Elvieda dalam Temu Media Hari Kanker Sedunia Tahun 2022, Rabu (2/2/2022).

Dari semua jumlah kasus baru tersebut, Elvieda mengungkapkan 70 persen sudah dideteksi pada tahap lanjut. Menurutnya, apabila penyakit tersebut dideteksi lebih awal, bisa jadi tingkat kematiannya akan lebih menurun.

Dia menuturkan poin penting untuk mengurangi jumpah pengidap kanker, yakni bagaimana kita mengajak masyarakat untuk melakukan deteksi dini, terutama kanker payudara dan kanker serviks.

"Karena penyakit kanker payudara dan kanker serviks memiliki jumlah kasus baru yang paling banyak," imbuhnya.

Kementerian Kesehatan telah membuat strategi untuk menangani kedua kanker tersebut. Untuk kanker payudara, Elvieda menjelaskan ada tiga pilar yang digunakan sebagai strategi, yakni promosi kesehatan, deteksi dini dan tata laksana kasus.

Untuk promosi kesehatan, dia berharap bahwa 80 persen perempuan usia 30-50 tahun dapat dideteksi dini kanker payudara di tahun 2024.

"40 persen kasus diagnosis pada stage I atau II dan kita harapkan 90 hari itu paling lambat untuk mendapatkan pengobatan setelah didiagnosis," ujarnya.

Kemudian, untuk kanker serviks, strategi yang digunakan kurang lebih sama dengan kanker payudara, namun ada satu poin tambahan yang digunakan untuk mencegah kanker serviks yakni dengan imunisasi HPV (Human Papilloma Virus).

"Diantara banyak kanker, baru satu kanker ini yang kita punya cara pencegahan [yaitu] melalui imunisasi," Elvieda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker kanker payudara kanker serviks kanker paru-paru
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top