Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alasan Kelangkaan French Fries McD Terjadi di Berbagai Negara

Ini alasan kentang goreng McD mengalami kelangkaan di berbagai negara di dunia, masalah kualitas hingga pandemi Covid-19.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 04 Februari 2022  |  15:11 WIB
Alasan Kelangkaan French Fries McD Terjadi di Berbagai Negara
Kentang goreng Mc Donald menjadi idola masyarakat. - Instagram
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - McDonald's Indonesia mengumumkan bahwa menu Large French Fries tak lagi tersedia untuk sementara waktu.

"Sehubungan dengan terbatasnya ketersediaan French Fries saat ini, mulai 2 Februari untuk sementara Large French Fries tidak tersedia," tulis McD Indonesia di akun Twitter pada Senin (31/1/2022).

Meskipun begitu, McD tetap menyediakaan french fries dalam ukuran medium.

"Namun jangan khawatir McD'ers, kamu tetap dapat menikmati menu favoritmu dengan Medium French Fries,"

Pihak McD juga akan kembali menawarkan Large French Fries apabila ada kabar baik di kemudian hari.

Namun tak hanya di Indonesia, McD di berbagai negara seperti Jepang, Malaysia hingga Kenya juga menyampaikan hal yang sama.

Melansir dari Vice, McD Jepang telah melakukan penghematan kentang goreng sejak akhir tahun lalu.

Mereka kemudian menerapkan aturan bahwa pengunjung hanya bisa menikmati kentang goreng ukuran kecil selama bulan Desember 2021.

Bahkan di Taiwan, beberapa gerai McD tak lagi menyediakan menu french fries untuk pembeli.

Alasan kelangkaan kentang ini diungkapkna McD karena adanya cuaca buruk yang mempengaruhi kualitas.

Di Indonesia sendiri, kentang goreng dibatasi pembeliannya karena masalah Covid-19 yang mempengaruhi kebijakan impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kentang McDonalds
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top