Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasien Sudah Boleh Selesai Isoman Setelah 10 Hari Walaupun PCR Masih Positif?

CT Value tidak dapat menunjukkan seseorang masih menularkan Covid-19. Seperti informasi yang dibagikan dr. Adam Prabata melalui akun Instagram-nya @adamprabata.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 23 Februari 2022  |  18:35 WIB
Ilustrasi pasien yang terinfeksi Covid-19 mengalami sesak napas saat isolasi mandiri di rumah - Freepik.com
Ilustrasi pasien yang terinfeksi Covid-19 mengalami sesak napas saat isolasi mandiri di rumah - Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA — Banyak informasi yang membingungkan mengenai orang-orang yang setelah selesai melaksanakan isolasi mandiri tetap mendapatkan hasil PCR yang positif.

Adapun kriteria selesai isolasi tanpa perlu hasil PCR negatif telah tertuang pada Surat Edaran Nomor HK.01.01/MENKES/18/2022, yaitu:

1. Tidak bergejala: minimal 10 hari sejak swab positif Covid-19

2. Minimal 13 hari sejak muncul gejala, dengan 3 hari terakhir bebas gejala demam dan gangguan pernapasan

CT Value tidak dapat menunjukkan seseorang masih menularkan Covid-19. Seperti informasi yang dibagikan dr. Adam Prabata melalui akun Instagram-nya @adamprabata.

Cara untuk mengetahui seseorang masih menularkan Covid-19 adalah dengan kultur virus karena PCR tidak bisa membedakan virus yang infeksius. Pada fase akhir penyakit, PCR masih bisa positif dengan CT value rendah, namun pasien sudah tidak menularkan.

Orang yang telah melakukan isolasi mandiri dengan baik dan benar serta menyesuaikannya sesuai ketentuan maka risiko penularan Covid-19 minimal, meskipun tanpa PCR negatif

Berdasarkan penelitian yang ada, orang yang terkena Omicron dan bergejala memiliki masa penularan hingga 10 hari, bahkan bisa lebih pendek bagi orang yang tidak bergejala. Pada fase akhir penyakit, hasil PCR masih positif, maupun CT value rendah juga tidak selalu menandakan apakah seseorang masih menularkan atau tidak.

RA Adaninggar, dr,SpPD melalui akun Instagram @drningz, membagikan informasi mengenai alur bagaimana virus terdeteksi.

PCR adalah tes diagnosis yang mendeteksi materi genetik virus. Ketiga kondisi virus dapat menghasilkan hasil tes PCR yang positif yaitu virus SARS-CoV-2 utuh, bangkai virus, dan virus rusak. Selama masih ada materi genetik dengan urutan gen yang khas dengan virus SARS-CoV-2 maka tes PCR akan terbaca positif. Selain itu, tes PCR tidak dapat membedakan apakah virus dalam keadaan infeksius atau tidak.

Setelah sekitar 10-15 hari, gejala dari pasien Covid-19 akan berangsur hilang. Hal yang terjadi pada virus adalah virus masih utuh tapi tidak aktif karena dikendalikan oleh sistem imun tubuh, virus rusak sebagian, dan tersisa debris / bangkai virus yaitu sisa-sisa materi genetic, spike, datau membran protein

Setelah virus dirusak oleh sistem imun, terbentuklah antibodi. Virus dan sisanya akan dibersihkan oleh bagian dari sistem imun (sel fagosit). Artinya, PCR bisa terus positif hingga kurang lebih 3 bulan

Hasil test PCR positif hingga kurang lebih 3 bulan setelah melewati masa menular (10-20 hari), bukan menunjukkan kondisi sakit

Maka dari itu tidak perlu isolasi, tidak pelu minum obat, tidak perlu periksa PCR berulang bila tidak ada indikasi. CDC tidak menganjurkan pemeriksaan PCR berulang dalam 3 bulan sembuh pada orang-orang yang tidak bergejala.

Pemeriksaan PCR ulang dalam 3 bulan hanya dianjurkan pada kecurigaan reinfeksi yaitu orang yang muncul gejala baru dan orang dengan gejala baru setelah ada Riwayat kontak erat dengan orang yang suspek / profable / konfirm Covid.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

isolasi mandiri Tes PCR
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top