Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

80 Persen Orang Indonesia Memandang Kebahagiaan Berkaitan dengan Materialistik

Ratih Ibrahim, M.M, Psikolog Klinis & CEO Personal Growth menyampaikan, kebahagiaan yang kerap dimaknai manusia umumnya selalu bersumber dari hal-hal yang bersifat materialistik.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Maret 2022  |  22:48 WIB
Ilustrasi seseorang yang tidak bahagia - Freepik.com
Ilustrasi seseorang yang tidak bahagia - Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Personal Growth, aspek-aspek yang berkontribusi terhadap kebahagiaan seseorang meliputi; 90,4% memiliki rumah bagus, 83% kekayaan finansial, dan 66,2% prestasi akademik maupun profesional. 

Menanggapi survei tersebut Ratih Ibrahim, M.M, Psikolog Klinis & CEO Personal Growth menyampaikan, kebahagiaan yang kerap dimaknai manusia umumnya selalu bersumber dari hal-hal yang bersifat materialistik.

Padahal, katanya, kebahagiaan yang sesungguhnya datang dari bagaimana manusia memaknai hidup dan nilai-nilai yang dijunjung, serta mengupayakannya dalam keseharian. Kebahagiaan memang bisa saja hadir dari prestasi akademis, kemapanan finansial, atau jabatan.

"Namun, adanya pandangan bahwa kebahagiaan hanya bersumber dari hal-hal yang bersifat materialistis tersebut justru dapat menyebabkan seseorang merasa kebahagiaan adalah sesuatu yang sulit atau bahkan mustahil dicapai.” ujarnya.

Dia menambahkan, selain itu, pemaknaan dan nilai-nilai mengenai kebahagiaan ini penting dibangun sejak masa anak-anak.

“Semakin dini usia anak, semakin baik. Orangtua dan guru memiliki peran yang begitu penting dalam proses membangun pondasi kebahagiaan ini. Dengan demikian, seluruh aspek perkembangan anak (kognitif, fisik, sosial dan emosional) akan berkembang secara optimal, anak lebih resilien, dan bahagia hingga masa dewasanya nanti.” tambah Ratih. 

Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia mengatakan semakin dini seorang anak mendapatkan pemahaman dan literasi, tentunya akan semakin baik.

Dalam rangka memperingati Hari Kebahagiaan Sedunia 2022, Wall’s, brand es krim meluncurkan The Happiness Project pada hari ini. Program yang ditujukan untuk mengedukasi pentingnya  memahami arti kebahagiaan ini menargetkan anak- anak usia 8 - 14 tahun dengan menerapkan 5 kunci kebahagiaan di dalam tumbuh kembang anak.

Bernardus Rendita Kusumo, Senior Brand Manager Wall’s menjelaskan, 80% masyarakat Indonesia masih memandang kebahagiaan sebagai sesuatu yang sifatnya materialistis. Padahal kebahagiaan itu dapat hadir dalam kehidupan kita dengan cara yang begitu sederhana.

Karena itu, katanya, Walls menghadirkan program The Happiness Project yang memuat 5 Kunci Kebahagiaan yang menjadi acuan untuk membangun kebahagiaan yaitu; Berteman, Bergerak, Bersyukur, Berbuat Baik, dan Berkreasi. Nantinya kunci kebahagiaan ini akan diimplementasikan ke dalam lima modul.

Sepanjang tahun 2022, Wall’s akan menjangkau 100.000 anak Indonesia untuk berpartisipasi dalam program ini. Nantinya para guru akan dibekali dengan pelatihan modul sehingga dapat diimplementasikan kepada anak-anak di sekolah (train the trainers).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tips bahagia indeks kebahagiaan Kiat Bahagia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top