Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Tips Puasa Bagi Penderita Maag dan GERD

Pada dasarnya, asam dari perut Anda bisa "salah arah", mengalir ke kerongkongan Anda, saluran yang mengalir dari mulut ke perut Anda. Ketika ini terjadi, dapat mengiritasi lapisan kerongkongan, menyebabkan rasa sakit, terbakar atau rasa asam di bagian belakang tenggorokan Anda.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  16:42 WIB
Sakit GERD - istimewa
Sakit GERD - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Menjelang Ramadan, berpuasa menjadi kewajiban bagi umat muslim. Meskipun Anda berpikir bahwa berpuasa tidak dapat menyebabkan gangguan pencernaan, nyatanya bagi penderita maag dan GERD kerap kali merasa tidak nyaman.

Pada dasarnya, asam dari perut Anda bisa "salah arah", mengalir ke kerongkongan Anda, saluran yang mengalir dari mulut ke perut Anda. Ketika ini terjadi, dapat mengiritasi lapisan kerongkongan, menyebabkan rasa sakit, terbakar atau rasa asam di bagian belakang tenggorokan Anda.

Bagi penderita maag, maka perut akan terasa penuh saat sedang makan. Setelah makan, perut tidak nyaman bahkan ulu hati bisa terasa nyeri. Selain itu, kerap kali bersendawa serta buang angin, perut bagian atas terasa kembung, mual, bahkan bisa sampai muntah.

Bagi penderita GERD, maka dada terasa terbakar setelah makan terutama pada malam hari, makanan atau asam lambung naik ke atas kerongkongan, dada terasa nyeri, sulit menelan, dan ada rasa mengganjal di kerongkongan.

Penting untuk berhati-hati saat puasa agar tidak menghindari kambuhnya maag dan GERD tersebut.

Dr. Vania Utami melalui kanal Youtube “Vania Utami” membagikan tips puasa bagi penderita maag & GERD, yaitu sebagai berikut:

1. Makan secukupnya

Lambung bisa “kaget” dan tidak siap, maka dari itu makan secukupnya dengan porsi kecil terlebih dahulu dan diberikan jeda. Jika langsung makan porsi besar bisa memicu kambuh.

2. Hindari makan terburu-buru

Bangun lebih awal saat sahur sehingga memiliki waktu yang cukup untuk makan dengan tenang. Jika makan terburu-buru, terlalu banyak gas yang masuk ke pencernaan.

3. Pilih menu yang sesuai

Makan daging rendah lemak seperti dada ayam dan ikan. Buah juga perlu diperhatikan, tetapi jangan sampai yang asam. Pilih pisang, pir, atau apel.

4. Hindari makanan atau minuman pemicu asam lambung

Hindari minuman seperti kopi dan soda, serta makanan pedas atau asam. Ketika kesulitan meghindari makanan/minuman tersebut, maka selalu ingat dengan kesadaran penuh terhadap risiko kambuhnya.

5. Hindari langsung tidur setelah makan

Ketika kita makan dan ditelan, maka makanan masuk ke esofagus dan ke lambung. Namun ketika di lambung, makanan tidak bisa langsung ke usus karena butuh diproses selama beberapa jam. Ketika proses tersebut digunakan untuk berbaring, maka berpotensi katup yang ada di antara lambung dan esofagus bisa terbuka sedikit. Keadaan tersebut berpotensi asam lambung menjadi refluks ke kerongkongan.

Bagi penderita GERD, direkomendasikan untuk berbaring ke arah kiri karena secara anatomis membantu mencegah terjadinya refluks, terutama jika menggunakan menggunakan bantal.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Puasa maag gerd
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top