Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Seluk Beluk Heparin, Obat Kontroversial untuk Brainwash

Heparin bekerja dengan cara menghambat protein-protein yang menyusun terjadinya penggumpalan darah. Bila terjadi luka pendarahan, tubuh kita secara normal akan melepas zat-zat yang nantinya darah cepat membeku, bertujuan menghentikn pendarahan. Jika tidak, manusia bisa meninggal karena perdarahan.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 07 April 2022  |  17:16 WIB
Heparin
Heparin

Bisnis.com, JAKARTA— Heparin adalah salah satu obat kontroversial yang sedang booming sekarang. Hal ini dikarenakan adanya kasus mengenai brain wash.

Ilham Wahyudi S, dokter yang mempelajari anestesi, membagikan informasi melalui heparin melalui akun Twitter @iwahyudis.

Heparin tiap mililiternya mengandung 5000IU. Bisa digunakan sebagai brain wash (DSA + injeksi Heparin dengan dosis 2-3x). DSA itu sendiri adalah digital subtraction angiography, atau awamnya melihat gambaran pembuluh darah dan bagian jantung secara terus-menerus menggunakan sinar-X dengan bantuan kontras (pewarna). Ini adalah tindakan diagnostik atau pemeriksaan penunjang

Cara Kerja Heparin

Heparin bekerja dengan cara menghambat protein-protein yang menyusun terjadinya penggumpalan darah. Bila terjadi luka pendarahan, tubuh kita secara normal akan melepas zat-zat yang nantinya darah cepat membeku, bertujuan menghentikn pendarahan. Jika tidak, manusia bisa meninggal karena perdarahan.

Heparin bekerja berlawanan dengan tubuh. Bila terjadi pendarahan, tubuh akan melepaskan zat-zat dan faktor pembekuan darah sedangkan heparin akan membuat zat-zat dan faktor pembekuan ini bekerja tidak maksimal.

Pada kondisi tertentu keadaan ini bisa menjadi baik, bahkan bisa menyelamatkan nyawa. Ada trombus (gumpalan darah/bekuan darah) di pembuluh darah. Normalnya trombus itu tidak ada di pembuluh darah, karena bisa menyebabkan cacat bahkan kematian.

Bila ada trombus di otak terjadi stoke, di jantung bisa serangan jantung, di paru-paru bisa sesak, di tangan dan kaki bisa kerusakan bahkan kematian jaringan (hitam & busuk). Di sinilah peran pemberian heparin. Namun, karena heparin adalah obat, tentu saja punya dosis, efek samping & kontraindikasi (tidak boleh diberikan pada keadaan-keadaan tertentu).

Dosis Heparin

Dosis untuk heparin ada 2 yaitu terupetik (pengobatan) dan profilaksis (pencegahan). Pemberian bisa disuntik ke kulit, lemak, juga bisa ke dalam darah. Heparin termasuk golongan obat kategori merah (high-risk), yg bila di fasilitas kesehatan hanya boleh digunakan oleh dokter dan atau dokter ahli, juga penyimpanannya di tempat khusus dengan label high-risk.

Dosis rata-rata heparin untuk profilaksis pada dewasa berkisar antara 5000-10.000IU perhari atau bisa lebih tergantung pemantauan klinis dokter. Dosis terupetik bisa diberikan lebih besar 2-3x namun membutuhkan pemantauan lebih ketat lagi karena efek samping & komplikasinya.

Syarat Pemberian Heparin

Syarat pemberian heparin hanya bisa diberikan jika sesuai klinis dinilai dokter dan juga didahului hasil lab fungsi darah (fungsi pembekuan darah), bila ternyata fungsi pembekuan darah terganggu maka tidak diberikan atau dengan pertimbangan risk & benefit dengan persetujuan keluarga.

Pemberiannya terutama pada pasien jantung, storke iskemik (keran pembuluh darah otak tersumbat, bukan karena pecah pembuluh darah/perdarahan otak), ibu hamil risiko tinggi, pasca operasi tulang, gangguan pembuluh darah dll.

Kontraindikasi (tidak boleh diberikan) pada mereka dengan gangguan fungsi bekuan darah (hemofilia), perdarahan, perdarahan saluran cerna, DIC, trombositopeni (contoh pasien eklamsia), gangguan hati, gangguan ginjal (kecuali dng pemantauan khusus), riwayat alergi berat.

Efek Samping Heparin

Efek samping dan komplikasi antaranya perdarahan tidak trkontrol, hipersensitifitas (hingga syok anafilaktik), gangguan elektrolit tubuh, memperberat gangguan ginjal, osteoporosis dalam waktu lama, gagal nafas pada bayi dan anak bila dikombinasi dengan obat tertentu.

Karena batas keamanannya yang kecil dan risiko yang tinggi maka heparin lebih sering digunakan sebagai profilaksis (pencegahan) dan kadang sebagai terupetik dengan pemantauan ketat, serta monitor laboratorium fungsi darah dan bekuan darah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat brain & spine community (bsc) otak
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top