Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dianggap Menyesatkan, Taliban Larang TikTok dan PUBG

Taliban mengatakan jika aplikasi tersebut "membuat generasi muda tersesat", dan kementerian telekomunikasi telah diperintahkan untuk menutupnya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 April 2022  |  09:35 WIB
Dianggap Menyesatkan, Taliban Larang TikTok dan PUBG
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Taliban memerintahkan larangan terhadap TikTok dan PUBG karena menganggap bahwa aplikasi ini menyesatkan pemuda Afghanistan.

TikTok adalah aplikasi berbagi video yang sangat populer, sedangkan PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) adalah sebuah game. 

Melansir Wion, pemerintah setempat mengatakan jika aplikasi tersebut "membuat generasi muda tersesat", dan kementerian telekomunikasi telah diperintahkan untuk menutupnya.

Aplikasi ini populer di kalangan warga Afghanistan yang kini hanya memiliki beberapa pilihan hiburan sejak Taliban berkuasa di Afghanistan tahun lalu. Taliban telah melarang musik, film, dan sinetron televisi.

Rezim tersebut juga telah mengarahkan kementerian untuk menghentikan saluran TV dari menampilkan "materi tidak bermoral", meskipun sedikit yang disiarkan di luar berita dan konten agama.

Ketika mereka berkuasa setelah pasukan AS keluar pada Agustus tahun lalu, Taliban berusaha meyakinkan dunia bahwa rezim tersebut tidak akan sekeras yang sebelumnya antara tahun 1996 dan 2001. Tetapi Taliban perlahan-lahan memperkenalkan pembatasan yang mencekik kehidupan sosial, khususnya untuk wanita.

Sebagian besar sekolah menengah untuk anak perempuan tetap tutup, dan perempuan dilarang bekerja di banyak pekerjaan pemerintah dan bepergian ke luar negeri atau bahkan antar kota, kecuali ditemani oleh kerabat laki-laki dewasa.

Dari 38 juta warga Afghanistan, lebih dari 9 juta memiliki akses ke internet, menurut informasi dari DataReportal, pengumpul data independen.

TikTok milik China telah ditutup dua kali sebelumnya di negara tetangga Pakistan karena dugaan konten "tidak senonoh".

Selama rezim mereka sebelumnya, polisi agama yang ditakuti Taliban melarang kegiatan rekreasi seperti terbang layang-layang dan balap merpati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taliban TikTok PUBG
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top