Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi dapat Menyebabkan Tingkat Kecemasan dan Depresi yang Tinggi

Inflasi sebesar ini dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya karena ketidakpastian pandemi yang berlangsung selama dua tahun.
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 28 April 2022  |  20:31 WIB
Ilustrasi Depresi - Istimewa
Ilustrasi Depresi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Biaya yang dihabiskan untuk sewa, gas, makanan, dan biaya hidup lainnya telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa, melebihi harga yang belum pernah terlihat dalam 40 tahun.

Akibatnya, dokter mengatakan bahwa mereka memperhatikan tingkat stres yang lebih besar pada pasien mereka.

Selain stres, dilansir dari Health Digest, inflasi sebesar ini dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya karena ketidakpastian pandemi yang berlangsung selama dua tahun.

Jika gaji tidak sesuai untuk mencerminkan kenaikan harga bahan makanan, gas, sewa, maka menjadi lebih sulit bagi orang dengan upah minimum untuk mengelola standar hidup mereka. Selain kecemasan dan depresi, skizofrenia juga bisa menjadi masalah bagi mereka yang dalam populasi rentan.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa inflasi di Amerika Serikat tumbuh 8,5% bulan lalu dan mencatat bahwa kita belum melihat laju tahunan ini sejak Desember 1981. Sebuah pernyataan oleh American Psychological Association dirilis pada 10 Maret yang menampilkan jajak pendapat yang menemukan tekanan uang berada pada tingkat tertinggi sejak 2015.

Meskipun inflasi mempengaruhi orang-orang dari semua latar belakang sosial ekonomi, orang-orang yang berada di bawah tidak pernah lebih tidak aman dalam hal keuangan.

Mengelola Stres yang Disebabkan oleh Inflasi

Mengelola stres ketika tampaknya begitu banyak hal di luar kendali Anda bisa jadi sulit untuk dinavigasi. Perawatan diri adalah yang paling penting, coba kegiatan penghilang stres seperti olahraga, teknik koping, dan fokus pada aspek positif kehidupan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) juga mengakui betapa sulitnya masa-masa ketidakpastian. Reaksi umum terhadap stres dapat mencakup tidak percaya, merasa takut atau khawatir, mengalami perubahan nafsu makan atau keinginan, mengalami mimpi buruk, menderita sakit kepala, dan banyak lagi. Namun, ada beberapa cara sehat untuk mengatasi stres dengan cara yang menenangkan pikiran dan tubuh Anda.

CDC menyarankan untuk berhenti menonton, membaca, atau mendengarkan berita. Mereka juga menyarankan berolahraga, makan sehat, menghindari penggunaan alkohol dan tembakau yang berlebihan, berlatih pernapasan dalam, dan bermeditasi.

Penting juga untuk mengenali kapan Anda membutuhkan bantuan tambahan. Terhubung dengan komunitas Anda dapat membantu Anda merasa tidak sendirian dan berbicara dengan psikolog atau konselor juga dapat bermanfaat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi stres Depresi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top