Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gejala Virus Hendra yang Mematikan

Prof. Zubairi menyebutkan bahwa penyebaran virus Hendra dapat terjadi ketika manusia melakukan aktivitas penebangan pohon.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 22 Mei 2022  |  19:16 WIB
Kelelawar - Antara
Kelelawar - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Belum berakhir dengan pandemi Covid-19 dan penyakit hepatitis akut, Indonesia harus kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Hendra. Lalu apa yang dimaksud dengan virus Hendra dan bagaimana penyebarannya?

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban menjelaskan bahwa virus Hendra merupakan bagian dari virus Paramyxoviridae dari genus Henipavirus. Dikutip dari Instagram @profesorzubairi, Minggu (22/5/2022), virus tersebut dinamakan Hendra karena pertama kali ditemukan di kota Hendra, Brisbane, Australia pada 1994.

Prof. Zubairi menyebutkan bahwa penyebaran virus Hendra dapat terjadi ketika manusia melakukan aktivitas penebangan pohon.

“Inang alami virus ini adalah kelelawar pemakan buah-buahan. Kalau ada penebangan hutan, maka kelelawar akan pindah,” jelas Prof. Zubairi dikutip dari @profesorzubairi, Minggu (22/5/2022).

Menurut Zubairi, kelelawar-kelewar tersebut nantinya dapat terbang dan berpindah ke pohon yang berada di kawasan tempat tinggal manusia dan peternakan kuda.

Hal ini dapat menyebabkan manusia terinfeksi virus Hendra, ketika mengalami kontak langsung dengan cairan tubuh kuda yang terinfeksi, seperti cairan hidung atau darah.

Meskipun demikian, Zubairi menjelaskan bahwa penyebaran virus Hendra dari manusia ke manusia ataupun kelelawar ke manusia, sampai saat ini belum ditemukan. Dia menambahkan bahwa penularan hanya terjadi dari kuda ke manusia.

Adapun gejala-gejala virus Hendra tergolong dalam gejala berat, yakni dimulai dari pendarahan, radang selaput otak, kejang-kejang, hingga edema paru.

Untuk mencegah penyebaran virus tersebut, Zubairi menerangkan bahwa sikap antisipatif yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan vaksin virus Hendra pada kuda. Dia juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan peternakan serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Sekedar informasi, hingga Maret 2021, sebanyak 63 kasus virus Hendra telah ditemukan pada kuda di Australia. Penemuan tersebut telah menyebabkan 105 kematian kuda dan 4 kematian manusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus pacuan kuda
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top