Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sederet Kontroversi Ezra Miller: Narkoba, Kekerasan hingga Penculikan

Terjerat kasus hukum lagi, ini sederet kontroversi Ezra Miller dalam dunia hiburan.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 19 Juni 2022  |  12:00 WIB
Ezra Miller kembali terlibat masalah hukum
Ezra Miller kembali terlibat masalah hukum
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Ezra Miller kembali terlibat masalah hukum, yang berkaitan dengan tudingan penculikan seorang remaja.

Dari masalah tersebut, ia pun disebutkan telah mendekam di penjara Masschussetts untuk waktu yang belum ditentukan.

Pihak Warner Bros dan DC Comic pun berharap masalah ini tetap berada di bawah pengawasan hingga perilisan The Flash pada tahun depan.

Perusahaan tersebut mencoba untuk membantu Ezra namun hasilnya nihil. Mereka pun mempertimbangkan untuk tak memperpanjang kontrak Ezra setelah The Flash.

Sebelum ini, Ezra juga telah beberapa kali terlibat masalah hingga harus dipenjara sebanyak 2 kali dalam 3 bulan.

Berikut sederet kontroversi Ezra Miller yang pernah dilakukannya:

Membawa narkoba ke lokasi syuting

Ezra Miller kedapatan membawa narkoba jenis ganja saat sedang menjalani syuting film The Perks of Being a Wallflower pada 28 Juni 2011.

Narkoba tersebut ditemukan oleh polisi saat mobil yang ditumpangi Ezra Miller mengalami masalah. Setelah dicek, polisi menemukan narkoba seberat 20 gram di dalam mobil Ezra.

Ezra pun harus membayar denda sebesar US$600 (Rp8,8 juta).

Cekik penggemar

Pada 2020, sebuah video yang memperlihatkan Ezra Miller melakukan kekerasan terhadap penggemar viral di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat Ezra mencekik dan membanting seseorang di sebuah bar. Usut punya usut, Ezra merasa kesal dengan penggemar yang mendekatinya hingga melakukan kekerasan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Film kekerasan Warner Bros Ezra Miller
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top