Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada, Ini 9 Makanan dan Minuman Penyebab Darah Tinggi

Garam dan natrium adalah salah satu kandungan yang berkontribusi besar terhadap risiko penyakit darah tinggi dan penyakit jantung.
1

Makanan Olahan, Gula, dan Alkohol

Sosis sapi menjadi salah satu makana pemicu tekanan darah tinggi - Freepik
Sosis sapi menjadi salah satu makana pemicu tekanan darah tinggi - Freepik
Bagikan

5. Sup kalengan

Sup kalengan memang menjadi alternatif yang paling sederhana dan mudah  untuk disiapkan, terutama saat Anda kekurangan waktu atau sedang tidak enak badan.

Namun, sup kalengan mengandung sodium yang tinggi. Kaldu yang terkandung dalam sekaleng/sebungkus sup kemasan juga mengandung jumlah yang tak kalah banyak. Jika dilihat dari kandungan komposisinya, sup kemasan dapat meningkatkan risiko tekanan darah Anda.

Dilansir dari Healthline, satu kaleng sup tomat mengandung 1.110 mg natrium, sedangkan sekaleng sup ayam dan sayuran mengandung 2.140 mg. Cobalah memilih sup rendah natrium sebagai gantinya, atau buat sup Anda sendiri di rumah dari bahan-bahan segar.

6. Produk tomat olahan

Kebanyakan saus tomat kemasan, saus pasta, dan jus tomat mengandung sodium yang tinggi. Hal tersebut praktis akan memiliki dampak yang nyata dalam proses meningkatkan tekanan darah Anda, terutama jika Anda sudah memiliki Riwayat tekanan darah tinggi.

Satu porsi (135 gram) saus marinara mengandung 566 mg natrium. Sedangkan satu cangkir jus tomat kemasan mengandung 615 mg kandungan natrium.

Karena hal tersebut, penting bagi Anda untuk memperhatikan kandungan natrium yang terdapat dalam sebuah kemasan produk olahan tomat. 

Untuk menurunkan dan menjaga tekanan darah Anda, selektiflah dalam memilih produk olahan tomat. Atau gunakan tomat segar, yang kaya akan antioksidan yang disebut likopen. Sayuran segar memiliki banyak manfaat untuk kesehatan jantung.

7. Gula

Gula dapat meningkatkan tekanan darah Anda dalam beberapa cara. Sebuah Penelitian menunjukkan bahwa gula – terutama minuman yang dimaniskan dengan gula – berperan besar terhadap penambahan berat badan seseorang baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Kegemukan atau obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Dalam sebuah studi yang dilakukan di tahun 2019 pada wanita dengan tekanan darah tinggi, dilaporkan bahwa penurunan gula sebesar 2,3 sendok teh dapat mengakibatkan penurunan sistolik 8,4 mm Hg dan penurunan tekanan darah diastolik sebesar 3,7 mm Hg.

Karena hal tersebut, penggunaan gula penting untuk mendapatkan pengawasan. Berikut rekomendasikan batas penggunaan gula tambahan harian.

6 sendok teh, atau 25 gram, untuk wanita

9 sendok teh, atau 36 gram, untuk pria

8. Makanan olahan yang sarat akan lemak trans atau lemak jenuh

Untuk menjaga kesehatan jantung, sebaiknya kurangi konsumsi lemak jenuh dan  lemak trans. Hal ini juga berlaku untuk orang dengan tekanan darah tinggi. Lemak trans adalah lemak buatan yang dapat meningkatkan umur simpan dan stabilitas makanan kemasan.

Disamping itu, mengonsumsi lemak trans dan lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat) dan dapat menurunkan kadar kolesterol HDL (baik), yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Untuk diketahui, lemak trans sangat berbahaya bagi kesehatan Anda dan dapat menurunkan kesehatan jantung, termasuk meningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Lemak jenuh banyak ditemukan pada produk hewani seperti krim penuh lemak, mentega, daging merah dan kulit ayam.

9. Alkohol

Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah Anda. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, dokter mungkin menyarankan Anda untuk mengurangi jumlah konsumsi alkohol yang Anda minum. 

Dalam sebuah Penelitian yang dilakukan pada tahun 2017, ditemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi lebih sedikit alkohol cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang yang mengonsumsi alkohol dengan jumlah yang lebih banyak–hingga dua gelas per hari.

Pada orang yang tidak memiliki riwayat hipertensi, membatasi asupan alkohol dapat membantu mengurangi risiko terkena tekanan darah tinggi. Alkohol juga bisa menghambat kerja obat tekanan darah tinggi, sehingga saat dikonsumsi obat tidak bekerja secara efektif.

Selain itu, banyak mengonsumsi minuman beralkohol tinggi gula dan kalori dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas, yang dapat meningkatkan risiko hipertensi.

 

 

2 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

darah tinggi makanan hipertensi garam
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top