Lesi otak
Health

Kenali Penyakit Lesi Otak, Pengertian, dan Gejalanya

Alifian Asmaaysi
Kamis, 21 Juli 2022 - 18:40
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Lesi adalah area jaringan yang telah rusak karena cedera atau penyakit. Dengan kata lain,  lesi otak dapat diartikan sebagai area cedera atau penyakit di dalam otak. 

Pada mulanya, lesi otak mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, ketika lesi kian memburuk dari waktu ke waktu, gejalanya baru akan terlihat.

Walaupun jika dilihat dari definisinya lesi otak terdengar sederhana, memahami lesi otak bisa menjadi sangatlah rumit. lantas, apa sebenarnya lesi otak itu?

Apa itu lesi otak?

Lesi otak adalah jenis kerusakan pada bagian otak. Lesi dapat disebabkan oleh penyakit, trauma atau cacat lahir. Umumnya, lesi muncul di area otak tertentu. Namun tak menutup kemungkinan bila lesi dapat hadir di sebagian besar jaringan otak. 

Bagaimana cara kerja otak?

Otak memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas manusia. Mulai dari mengontrol pikiran, memori, ucapan, gerakan anggota badan, hingga mengontrol fungsi organ. Otak terdiri dari banyak bagian, dan setiap bagian itu memiliki peran khusus dalam tubuh manusia.

Berikut empat bagian atau lobus yang membentuk otak:

1. Lobus frontal - Lobus ini adalah yang terbesar dari empat lobus, bertanggung jawab atas keterampilan motorik tubuh, seperti gerakan sukarela, bahasa, dan fungsi intelektual dan perilaku. Area ini mengontrol memori, kecerdasan, konsentrasi, temperamen, dan kepribadian.

2. Lobus temporal - terletak di setiap sisi otak setinggi telinga, penting untuk pendengaran, memori, dan ucapan.

3. Lobus parietal – terletak di pusat otak, fungsi lobus parietal adalah tempat informasi sensorik seperti panas, tekanan, dan rasa sakit diterima dan ditafsirkan.

4. Lobus oksipital - ditemukan di bagian belakang otak, terutama bertanggung jawab untuk penglihatan.

Faktor yang menyebabkan lesi otak berkembang

Lesi otak dapat disebabkan oleh banyak pemicu yang berbeda. Berikut faktor-faktor yang dapat memicu meningkatnya lesi otak. 

• Penuaan

• Riwayat keluarga, risiko mengidap lesi otak akan meningkat apabila terdapat orang lain dalam keluarga yang mengidap kondisi tersebut.

• Kondisi pembuluh darah, seperti stroke, tekanan darah tinggi, dan aneurisma arteri serebral

• Trauma pada otak yang dapat menyebabkan pendarahan internal. Jika tidak segera diatasi, bisa menyebabkan kematian.

• Infeksi kuman atau bakteri berbahaya di otak. Hal ini dapat menyebabkan penyakit seperti meningitis dan ensefalitis (kedua jenis pembengkakan (peradangan otak).

• Tumor yang dimulai di otak (tumor primer) atau metastasis yang melalui pembuluh darah atau limfatik

• Penyakit autoimun, seperti lupus dan multiple sclerosis. Ini terjadi ketika antibodi tubuh mulai menyerang jaringan tubuh sendiri, seperti jaringan di otak.

• Plak, atau kelebihan penumpukan protein abnormal di jaringan otak atau di pembuluh darah, memperlambat suplai darah ke otak, seperti yang terlihat pada arteri yang tersumbat. 

• Paparan radiasi atau bahan kimia tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan tumor dan lesi di otak

• Racun seperti alkohol atau asap rokok dalam jumlah berlebihan, di dalam tubuh dapat meningkatkan risiko terkena lesi otak. Zat beracun lainnya adalah peningkatan kadar amonia dan urea dalam tubuh karena masalah ginjal (dapat mempengaruhi fungsi otak tetapi mungkin tidak menunjukkan lesi otak yang terpisah).

• Pola makan yang buruk, terutama makan makanan dengan lemak dan kolesterol berlebih

penyebab lesi otak
penyebab lesi otak

Gejala lesi otak

Gejala lesi otak umumnya bervariasi tergantung pada jenis lesi, luasnya, dan di mana lesi tersebut ditemukan. Namun, banyak pula lesi yang berada di area otak dan tidak menimbulkan gejala.

Adapun gejala khas lesi otak yang mungkin timbul ialah:

1. Sakit kepala, biasanya merupakan gejala pertama yang muncul apabila seseorang mengidap lesi otak. Rasa sakit muncul tiba-tiba dan kian memburuk seiring berjalannya waktu. Obat yang dijual bebas biasanya tidak dapat mengurangi rasa sakit.

2. Mual dan kemungkinan muntah

3. Gerakan terganggu, jika lesi mempengaruhi bagian otak yang bertanggung jawab untuk keterampilan motorik

4. Kurang konsentrasi, ketidakmampuan untuk membuat keputusan cepat, dan agitasi

5. Keterlambatan bicara, penglihatan kabur, dan gangguan pendengaran

6. Gerakan bagian tubuh yang tidak disengaja, yang dapat berkembang menjadi kejang pada kasus yang parah.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro