Anak memakai kacamata/istimewa
Health

Masalah Mata yang Sering Dialami Anak-anak dan Remaja

Mia Chitra Dinisari
Rabu, 10 Agustus 2022 - 14:24
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, bahwa diprediksi pada tahun 2050 sekitar 50% atau setengah populasi dunia akan menderita miopia. Hal ini semakin mengkhawatirkan sementara situasi pandemi Covid-19 yang juga dinilai turut andil dalam meningkatkan kasus miopia, termasuk pada anak-anak.

Karena di era digital sekarang ini banyak anak-anak yang lebih sering beraktivitas memandangi layar handphone. Hal ini lah yang membuat perubahan signifikan meningkatnya kasus miopia pada anak.

Dilansir dari healthychildren.org, miopia, atau rabun jauh, adalah masalah penglihatan umum yang sering dimulai antara usia 6 dan 14 tahun. Ini mempengaruhi sekitar 5% anak prasekolah, sekitar 9% anak usia sekolah, dan 30% remaja.

Anak-anak lebih mungkin untuk mengembangkan miopia jika orang tua mereka rabun jauh. Namun, miopia terus meningkat secara keseluruhan, terutama pada anak-anak. Tidak ada yang tahu pasti mengapa, tetapi para ahli percaya itu bisa terkait dengan lebih banyak waktu melakukan tugas jarak dekat di dalam ruangan seperti menggunakan komputer dan bermain video game.

Miopia terjadi ketika bola mata anak Anda terlalu panjang dari depan ke belakang. Ini juga dapat berkembang ketika kornea, jendela bening di bagian depan mata, melengkung terlalu tajam. Ketika cahaya memasuki mata anak Anda, sinar jatuh tepat di bawah retina, jaringan peka cahaya di bagian belakang mata. Ini membuat objek yang jauh menjadi buram dan objek yang dekat menjadi jelas.

Pada hyperopia, atau rabun jauh, objek jauh lebih jelas daripada objek dekat. Dibutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk fokus pada segalanya, tetapi terutama pada objek close-up. Mata anak-anak belum sepenuhnya berkembang, sehingga beberapa rabun jauh adalah normal di masa kanak-kanak. Sebagian besar anak-anak tidak mengalami penglihatan kabur karena mata mereka secara otomatis fokus. Saat mereka tumbuh, anak-anak biasanya menjadi kurang rabun jauh dan malah menjadi rabun jauh.

Miopia umumnya memburuk melalui masa remaja, kemudian mulai stabil pada awal dua puluhan.

Dr. Zoraya Ariefia Feranthy, SpM. sekaligus Founder dan CEO ZAF Eye Care mengatakan, penting untuk disadari bersama bahwa status penglihatan saat ini sangat mempengaruhi status sosial dan ekonomi anak-anak di masa yang akan datang.

Dia juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melakukan pemeriksaan mata rutin, terutama bagi anak-anak.

 “Saya berharap dengan adanya kegiatan bakti sosial ini, bisa semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata,” ungkapnya dalam acara Bakti Sosial Pemeriksaan Mata dan Pemberian Kacamata Gratis untuk anak usia Sekolah Dasar (SD) yang tidak mampu di Wilayah Kota Adm. Jakarta Selatan dikutip dari keterangannya.

Dia memaparkan, dari hasil bakti sosial yang ZAF Eye Care lakukan itu, dari 246 peserta dengan rentang usia 6-12 tahun, didapatkan sebesar 73,17% anak dengan kelainan refraksi. Kelainan refraksi seperti minus, plus, dan astigmatisme atau silinder ini adalah penyebab gangguan penglihatan yang dapat diatasi dengan pemberian kacamata yang tepat.”

Sedangkan, untuk angka mata minus didapatkan sebesar 59,75%, dari data yang didapat minus anak-anak dimulai dari -0.50 sampai dengan -11 dan silindris murni sebesar 13,41%. Selain itu, ada pula anak dengan kasus katarak sebanyak 1 orang, glaukoma 1 orang, dan mata malas atau amblyopia sebanyak 17,48%.

Dia menambahkan, acara bakti sosial ini menyasar anak-anak usia SD dikarenakan kemampuan melihat pada usia tersebut sangat bisa mempengaruhi status sosial dan ekonomi mereka di masa yang akan datang.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro