Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengertian Defisit Kalori dan Cara Menghitungnya

Berikut ini adalah cara menghitung jumlah kebutuhan kalori harian manusia dan mengetahui risiko defisit kalori.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  21:09 WIB
Pengertian Defisit Kalori dan Cara Menghitungnya
Ilustrasi diet - Freepik.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Langkah diet yang cukup diminati oleh banyak orang dengan defisit kalori.

Defisit kalori adalah ketika seseorang mengonsumsi makanan yang rendah kalori sehingga jumlah kalori yang masuk ke tubuhnya lebih kecil dari jumlah kalori yang dibakarnya. Jika hal ini dilakukan terus menerus maka akan membantu penurunan berat badan, sehingga program diet tersebut dinilai berhasil.

Tapi apakah melakukan cara ini secara terus menerus tidak berdampak pada Kesehatan? Berikut ini penjelasan tentang tips dan cara defisit kalori yang aman dan benar ala medicalnewstoday dan greatest.

Ketika seseorang beraktivitas, dia akan membakar kalori sebanyak aktivitas yang dilakukannya. Maka, banyak kalori yang dibutuhkan seseorang juga bergantung pada jenis dan banyaknya aktivitas yang dia lakukan. Selain itu, hal ini juga tergantung pada kondisi fisik seperti, berat badan, tinggi, komposisi tubuh dan juga usia.

Cara Menghitung Kebutuhan Kalori

Menghitung kebutuhan kalori dengan bisa menggunakan kalkulator manual. Orang yang beraktivitas aktif setiap harinya cukup mengalikan 15 kali berat badannya, maka angka itulah yang menjadi jumlah kebutuhan kalori yang dibutuhkannya.

Lalu angka tersebut dikurangi 500 untuk mengetahui jumlah kalori yang perlu dikonsumsinya sehingga defisit kalori. Namun, hal ini juga masih harus memperhatikan beberapa catatan seperti olahraga yang dilakukannya dan jangan sampai dia terlalu sedikit mengonsumsi kalori.

Cara lain untuk mengukur kebutuhan kalori adalah dengan tingkat metabolisme basal dan tingkat aktivitasnya, dengan menggunakan rumus berikut:

Untuk pria dewasa: 66 + (6,3 x berat badan dalam satuan pon) + (12,9 x tinggi dalam satuan inchi) – (6,8 x usia dalam tahun) = tingkat metabolisme basal

Untuk wanita dewasa: 655 + (4,3 x berat badan dalam satuan pon) + (4,7 x tinggi dalam satuan inchi) – (4,7 x usia dalam tahun) = tingkat metabolisme basal

Setelah menentukan tingkat metabolisme basal, kalikan dengan tingkat aktivitas untuk menentukan kabutuhan kalori, seperti berikut:

·         Tidak bergerak aktif: tingkat metabolisme basal x 1,2

·         Sedikit aktif (1-3 kali olahraga dalam seminggu): tingkat metabolisme basal x 1,375

·         Cukup aktif (3-5 kali olahraga dalam seminggu): tingkat metabolisme basal x 1,55

·         Sangat aktif (6-7 kali olahraga dalam seminggu): tingkat metabolisme basal x 1,725

·         Ekstra aktif (2 kali olahraga dalam sehari): tingkat metabolisme basal x 1,9

Meskipun kemudian para ahli gizi menyebutkan rumus ini tetap harus menyesuaikan dengan gaya hidup seseorang, cara terbaik tetap dengan mengonsultasikan hal ini dengan ahli gizi.

Cara Defisit Kalori

Satu pon lemak dalam tubuh mengandung sekitar 3500 kalori, maka untuk mengurangi satu pon lemak dalam tubuh selama seminggu, dibutuhkan defisit kalori sebanyak 3500 kalori atau jika dibagikan tujuh hari, menjadi 500 sehari. Begitupun kelipatannya, namun, tidak disarankan seseorang defisit kalori melebihi 7000 perminggu.

Defisit kalori yang sehat adalah mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi namun rendah kalori, seperti sayuran, biji-bijian, buah-buahan, protein (dalam telur, kacang-kacangan, dan makanan laut), susu rendah lemak, minyak zaitun dan minyak canola. Dan tentunya harus menghindari makanan manis, lemak trans serta meningtatkan jumlah air yang diminum agar tidak dehidrasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kalori diet berat badan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top